Eropa Kukuh Tolak Gas Rusia: Uni Eropa Targetkan Penghentian Impor Energi Fosil dari Rusia pada 2028

impor gas Rusia
Sumber Foto : Freepik

Uni Eropa menyatakan tidak akan kembali bergantung pada gas Rusia dan merilis rencana penghentian total impor bahan bakar fosil dari negara tersebut paling lambat tahun 2028. Pernyataan ini ditegaskan oleh Komisioner Energi UE, Dan Jørgensen, yang menegaskan bahwa larangan impor gas Rusia akan tetap berlaku, terlepas dari perkembangan situasi di Ukraina.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang untuk menghindari ketergantungan energi dari pihak yang dinilai tidak dapat dipercaya. UE mencatat insiden pemotongan pasokan gas oleh Rusia pada 2006, 2009, dan 2014, serta pengurangan pasokan secara sengaja pada 2021—setahun sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina—yang menyebabkan lonjakan harga energi dan inflasi di seluruh Eropa.

Larangan Bertahap hingga 2028 dan Pengawasan Ketat Impor

Dalam proposal yang diajukan, perusahaan di wilayah Uni Eropa akan dilarang mengimpor gas dari Rusia atau menyediakan layanan di terminal LNG Eropa untuk pelanggan Rusia. Kontrak baru yang dimulai setelah tanggal pengumuman harus dihentikan paling lambat 1 Januari 2026. Sementara itu, kontrak yang telah ada sebelumnya diberi batas waktu hingga 1 Januari 2028 untuk diselesaikan.

Jørgensen menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar respons terhadap perang di Ukraina. “Rusia telah menjadikan energi sebagai senjata dan melakukan pemerasan terhadap negara-negara anggota. Karena itu, Rusia tidak lagi bisa dianggap sebagai mitra dagang yang dapat diandalkan,” ujarnya.

Untuk mencegah penyelundupan energi melalui jalur tidak resmi, importir wajib memberikan informasi rinci mengenai asal-usul gas kepada petugas bea cukai.

Tantangan dari Negara Eropa Tengah

Rencana ini mendapat kritik keras dari Hongaria, Slovakia, dan Austria. Menteri Luar Negeri Hongaria, Péter Szíjjártó, bahkan memperingatkan bahwa masyarakat Hongaria dapat membayar empat kali lipat biaya utilitas jika larangan ini diterapkan. Namun, dukungan dari negara lain terhadap rencana ini dinilai cukup kuat untuk meloloskannya menjadi undang-undang Uni Eropa.

Austria menyuarakan keberatan dengan nada lebih hati-hati. Kementerian Energi negara itu menyebut bahwa UE sebaiknya mempertimbangkan kembali impor gas Rusia jika tercapai kesepakatan damai di masa depan. Meski demikian, Lena Schilling, anggota parlemen dari Partai Hijau Austria, menilai pandangan tersebut tidak etis. “Apakah kita tidak belajar dari rumah sakit yang dibom dan anak-anak yang diculik? Ini adalah agresi perang di jantung Eropa,” katanya.

Transisi Energi Berlanjut Meski Ada Resistensi

Uni Eropa juga berencana menghentikan impor minyak dari Rusia secara menyeluruh pada tahun 2028. Saat ini, hanya 3% dari total impor minyak UE yang berasal dari Rusia—turun drastis dari 27% pada 2021. Namun, pengecualian terhadap embargo minyak tetap berlaku bagi Hongaria dan Slovakia melalui jalur pipa Druzhba, sesuai kesepakatan sanksi sebelumnya.

Meskipun beberapa negara menolak kebijakan ini dengan alasan ekonomi, Komisi Eropa meyakini bahwa perusahaan-perusahaan Eropa yang mengakhiri kontrak gas jangka panjang tidak akan dikenakan penalti hukum. Jørgensen menyatakan bahwa kebijakan larangan ini berada di luar kendali perusahaan, dan termasuk dalam kondisi force majeure.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *