Rachel Reeves, Menteri Keuangan Inggris, menghadapi potensi revisi dari Office for Budget Responsibility (OBR) yang dapat mengganggu stabilitas fiskal. Jika proyeksi pertumbuhan produktivitas diturunkan, anggaran negara bisa defisit hingga £20 miliar. Kondisi ini bisa memaksa pemerintah menaikkan pajak atau memangkas belanja agar tetap mematuhi aturan fiskal.
Dua keyphrase utama artikel ini adalah anggaran Rachel Reeves dan revisi OBR. Keduanya muncul secara natural sejak awal paragraf.
Reeves telah menegaskan bahwa aturan fiskal adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Meski kondisi ekonomi memburuk, ia tetap berkomitmen pada aturan tersebut. Dalam pernyataan fiskal musim semi lalu, ia hanya memiliki ruang cadangan sekitar £10 miliar dari total anggaran harian sebesar £1,3 triliun.
Revisi Produktivitas Bisa Pangkas PDB
OBR saat ini tengah mengevaluasi ulang asumsi produktivitas dalam proyeksi lima tahunnya. Lembaga itu disebut tidak nyaman karena prediksinya lebih optimis dibanding konsensus para ekonom lainnya.
Jika produktivitas disesuaikan dengan prediksi rata-rata lembaga independen lain, Produk Domestik Bruto (PDB) bisa berkurang 1,4% dalam lima tahun. Konsultan Oxford Economics memperkirakan dampaknya akan sangat besar, yaitu potensi defisit anggaran senilai £20 miliar. Jumlah ini setara dengan kenaikan tarif pajak penghasilan sebesar 2 poin persentase.
Bahkan jika skenario moderat dipilih—seperti yang OBR kemukakan pada Maret—Reeves tetap harus menyesuaikan anggaran hingga £12 miliar.
Andy King, mantan anggota OBR, menyebut bahwa perbedaan antara proyeksi OBR dan pihak lain terlalu besar. Jika OBR ingin lebih realistis, kemungkinan besar mereka akan menurunkan proyeksi tersebut dalam waktu dekat.
Faktor Tambahan: Migrasi dan Infrastruktur
Di luar produktivitas, penurunan proyeksi migrasi bersih akibat kebijakan baru pemerintah juga bisa menekan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berharap bahwa investasi infrastruktur akan memperkuat produktivitas. Namun, OBR sudah memasukkan faktor ini ke dalam proyeksi sebelumnya.
James Smith dari ING mengatakan bahwa gabungan penurunan produktivitas dan migrasi bisa membuat Reeves gagal memenuhi aturan fiskalnya. Bahkan sebelum mempertimbangkan tekanan baru terhadap pengeluaran publik.
Adrian Pabst dari National Institute of Economic and Social Research menilai sistem fiskal saat ini tidak stabil. Menurutnya, siklus ketergantungan pada aturan dan spekulasi jelang tiap peristiwa fiskal besar bukanlah kondisi ideal.
Dalam pernyataan terakhirnya, Reeves kembali menegaskan bahwa aturan fiskal yang kuat dan transparan adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat pekerja. Baik Treasury maupun OBR memilih untuk tidak berkomentar soal kemungkinan revisi ini.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com
