AS Batasi Ekspor Chip, Huawei Tingkatkan Produksi Ascend 910C

chip Ascend 910C
Sumber Foto : Freepik

Pejabat Amerika Serikat (AS) menyatakan Huawei hanya mampu memproduksi sekitar 200.000 chip AI pada tahun 2025. Langkah tersebut terjadi di tengah pembatasan ekspor chip AS yang diberlakukan demi menjaga keamanan teknologi dan militernya.

Sejak 2019, AS memang menerbitkan serangkaian peraturan untuk menahan kemajuan teknologi China. Aturan itu juga melarang ekspor chip AI dan peralatan yang dibutuhkan untuk membuatnya. Langkah tersebut turut meningkatkan ketegangan hubungan AS dan China.

Huawei Kirim Ascend 910C ke Perusahaan Dalam Negeri

Menghadapi pembatasan tersebut, Huawei memilih mendistribusikan chip Ascend 910C ke perusahaan di China. Cara itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan teknologi di tengah terbatasnya pasokan chip dari AS.

“Proyeksi kami, kapasitas produksi chip Ascend untuk tahun 2025 tidak lebih dari 200.000 unit. Mayoritas chip tersebut akan dipasok untuk memenuhi permintaan perusahaan di China,” ujar Wakil Menteri Perdagangan AS untuk Industri dan Keamanan, Jeffrey Kessler, saat memberikan kesaksian di Kongres, Kamis (12/6/2025).

Meskipun demikian, Kessler meminta AS untuk tetap waspada. Pasalnya, China tengah melakukan investasi besar demi meningkatkan teknologi chip AI dan memangkas kesenjangan teknologi yang tengah terjadi.

AS Mengikuti Perkembangan Industri Semikonduktor China

Kepala Kecerdasan Buatan Gedung Putih, David Sacks, sebelumnya menyebut China hanya tertinggal 3–6 bulan di bawah AS mengenai teknologi kecerdasan buatan. Sacks juga menekankan bahwa yang dimaksud ialah model AI, bukan chipnya, yang saat ini satu hingga dua tahun lebih lambat.

Sementara itu, Ren Zhengfei, CEO Huawei, menyatakan bahwa chip perusahaannya memang satu generasi lebih lambat dari chip buatan AS. Kendati demikian, Huawei terus melakukan investasi lebih dari US$25 miliar per tahun demi meningkatkan performanya.

Penguatan kontrol ekspor AS juga turut memangkas pangsa pasar chip buatan Amerika. Dalam pertemuan di London pekan lalu, AS dan China mencapai gencatan senjata mengenai masalah perdagangan. Meskipun gencatan senjata terjadi, pembatasan ekspor mineral dari Beijing masih diberlakukan.

Selain chip, pemerintahan Trump juga memberlakukan kontrol ekspor teknologi lain, seperti perangkat lunak desain semikonduktor dan mesin jet untuk pesawat buatan China. Perwakilan Partai Demokrat, Greg Meeks, menyatakan keprihatinannya mengenai penerapan kontrol ekspor yang turut melibatkan masalah lain.

“Saya ingin tegaskan bahwa kontrol ekspor saat ini cukup ketat dan akan terus diberlakukan sesuai kepentingan keamanan AS,” ujar Kessler.

Menurut Kessler, Departemen Perdagangan AS juga tengah melakukan pengawasan dan akan menjaga efektivitas kontrol tersebut sesuai perkembangan teknologi. “Ini merupakan masalah yang terus bergerak, dan kami harus mampu menjaga keamanan teknologi AS di tengah perubahan tersebut,” katanya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *