OpenAI mencatat pendapatan tahunan berulang atau annual recurring revenue (ARR) sebesar US$10 miliar atau sekitar Rp162,7 triliun, hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun sejak meluncurkan ChatGPT. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan perusahaan teknologi tersebut, yang kini makin diperhitungkan di tingkat global.
Menurut laporan CNBC Internasional, angka ARR tersebut diperoleh dari penjualan berbagai lini produk OpenAI, termasuk layanan konsumen, solusi bisnis ChatGPT, dan API (application programming interface). Namun, juru bicara perusahaan menegaskan bahwa angka ini belum mencakup lisensi eksklusif dengan Microsoft serta transaksi besar yang bersifat satu kali.
Pertumbuhan ChatGPT Mendorong Lonjakan Pendapatan
Kinerja pendapatan OpenAI tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan 2024. Sepanjang tahun lalu, perusahaan membukukan pemasukan sekitar US$5,5 miliar (Rp89,5 triliun). Pertumbuhan tersebut sebagian besar dipicu oleh tingginya adopsi ChatGPT di kalangan pengguna dan bisnis global.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 30 November 2022, pertumbuhan ChatGPT berlangsung sangat pesat. Dalam waktu singkat, chatbot canggih ini berhasil menjaring 100 juta pengguna aktif mingguan. Per Maret 2025, angka tersebut naik menjadi 500 juta pengguna mingguan.
Sementara itu, produk ChatGPT versi berbayar untuk bisnis tercatat digunakan oleh sekitar tiga juta pelanggan pada awal Juni 2025, meningkat dari dua juta pada Februari sebelumnya. Hal ini menunjukkan adopsi yang kuat dari sektor korporasi terhadap layanan kecerdasan buatan OpenAI.
Target Ambisius dan Dukungan Investor Besar
OpenAI menetapkan target ambisius untuk masa depan. Salah satu sumber menyebutkan bahwa perusahaan menargetkan pendapatan hingga US$125 miliar pada tahun 2029. Proyeksi ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap potensi pertumbuhan teknologi AI generatif dalam lima tahun ke depan.
Perusahaan juga baru saja menutup putaran pendanaan besar dengan total dana mencapai US$40 miliar, yang disebut sebagai kesepakatan pendanaan swasta terbesar di sektor teknologi. CNBC mencatat valuasi OpenAI saat ini setara dengan 30 kali pendapatannya, menggambarkan ekspektasi tinggi dari para investor.
Sejumlah investor besar turut mendukung OpenAI, termasuk Microsoft, Softbank, Coatue, Altimeter, dan Thrive Capital.
OpenAI telah membuktikan dirinya sebagai pemain utama dalam industri AI global, berkat inovasi berkelanjutan dan strategi bisnis yang kuat. Dengan dukungan pendanaan dan minat pasar yang tinggi, perjalanan perusahaan ini patut untuk terus diikuti.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : cnbcindonesia.com
