FanDuel Kenakan Biaya Tambahan di Illinois, DraftKings Siap Menyusul

FanDuel Illinois
Sumber Foto : Freepik

FanDuel, anak perusahaan dari Flutter Entertainment, mulai mengenakan biaya tambahan sebesar 50 sen per taruhan di negara bagian Illinois. Langkah ini diambil sebagai respons atas pajak taruhan olahraga baru yang diterapkan pemerintah setempat. Pajak tersebut kini dikenakan berdasarkan jumlah transaksi, bukan dari pendapatan kotor.

FanDuel menyampaikan bahwa biaya ini akan dihapus jika pemerintah mencabut kebijakan pajak tersebut. Sementara itu, DraftKings—pesaing utama FanDuel—juga mempertimbangkan opsi serupa.

Pajak baru Illinois membebankan 25 sen per taruhan untuk 20 juta transaksi pertama dalam setahun. Setelah itu, tarifnya meningkat menjadi 50 sen per taruhan. Struktur pajak ini dianggap sangat berdampak pada dua operator terbesar di negara bagian, yaitu FanDuel dan DraftKings.

Dalam pernyataan resmi, Flutter menyatakan bahwa kebijakan biaya tambahan ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan dampak keuangan akibat kebijakan fiskal pemerintah.

DraftKings Siap Menyusul, Investor Pantau Dampaknya

DraftKings belum membuat keputusan final, namun menyatakan bahwa mereka “mempertimbangkan tindakan” dan akan memberikan informasi lebih lanjut dalam waktu dekat. Kedua perusahaan saat ini menguasai sekitar 75% pangsa pasar taruhan olahraga Illinois.

Menurut analis dari Citizens, Jordan Bender, langkah ini berpotensi memberikan tambahan pendapatan sebesar $86 juta bagi FanDuel pada tahun 2026. DraftKings diperkirakan memperoleh $79 juta tambahan pada periode yang sama. Namun, dampak terhadap margin keuntungan berbeda. Tambahan tersebut hanya sekitar 2% dari EBITDA FanDuel, tetapi setara dengan 5,4% EBITDA DraftKings.

Sebelumnya, Illinois juga telah menaikkan tarif pajak penghasilan operator sportsbook secara progresif hingga 40%, naik tajam dari tarif awal sebesar 15%. Pajak baru ini dinilai semakin memberatkan operator yang telah banyak berinvestasi untuk mengembangkan pasar legal.

CEO Flutter, Peter Jackson, menyampaikan keprihatinannya terhadap struktur pajak ini. Ia menyebut bahwa kebijakan tersebut justru menghambat pertumbuhan pasar resmi dan merugikan pemain rekreasional yang lebih sering memasang taruhan kecil.

Risiko Migrasi ke Operator Ilegal

Jackson juga memperingatkan bahwa biaya tambahan dan beban pajak tinggi dapat mendorong petaruh beralih ke operator ilegal. Operator semacam itu tidak dikenai pajak dan tidak memiliki standar perlindungan konsumen yang sama.

Ia menegaskan pentingnya struktur pajak yang seimbang, agar industri taruhan tetap kompetitif, sehat, dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan negara dalam jangka panjang.

Beberapa negara bagian lain, seperti New Jersey, Maryland, Massachusetts, Michigan, dan Pennsylvania, juga tengah mempertimbangkan penyesuaian tarif pajak serupa terhadap operator sportsbook.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : cnbcindonesia.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *