Builder.ai, startup teknologi asal Inggris yang dikenal sebagai salah satu startup AI bangkrut terbesar tahun ini, resmi mengajukan pailit. Perusahaan ini sebelumnya menarik perhatian karena mendapatkan pendanaan besar dari Microsoft, Softbank, dan Qatar Investment Authority.
Beroperasi di berbagai negara termasuk Inggris, Amerika Serikat, India, Uni Emirat Arab, dan Singapura, Builder.ai menyediakan platform pembuatan aplikasi mobile dengan minim coding. Pada masa jayanya, perusahaan ini sempat menyandang status unicorn dengan valuasi mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 24,5 triliun pada tahun 2023.
Krisis Keuangan dan Investigasi Hukum
Masalah keuangan muncul saat Builder.ai gagal memenuhi target penjualan yang dijanjikan kepada kreditor. Pada 2024, mereka mengajukan pinjaman darurat sebesar USD 50 juta. Namun tak lama setelahnya, Viola Credit menyita USD 37 juta dari rekening perusahaan. Uang tunai yang tersisa, sekitar USD 5 juta, tidak dapat digunakan karena adanya pembatasan transfer dana dari India ke luar negeri.
Dengan krisis likuiditas yang semakin parah, CEO Manpreet Ratia memutuskan untuk merumahkan sebagian besar karyawan. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengakui tidak mampu pulih dari tekanan historis dan keputusan keuangan yang buruk.
Masalah makin rumit setelah terungkap bahwa Builder.ai dilaporkan telah menggelembungkan proyeksi pendapatan hingga empat kali lipat. Kreditor diberi proyeksi USD 220 juta untuk tahun 2024, namun realisasi pendapatannya hanya mencapai USD 50 juta. Hal ini memicu investigasi oleh otoritas Amerika Serikat.
Beberapa pekan sebelum menyatakan bangkrut, Kantor Kejaksaan AS meminta akses terhadap laporan keuangan dan daftar pelanggan. General Counsel perusahaan meminta seluruh karyawan menyimpan dokumen penting sebagai bagian dari penyelidikan.
Sebagai salah satu startup AI bangkrut yang kini tengah diawasi ketat, Builder.ai telah mengajukan pailit di seluruh yurisdiksi operasionalnya dan menunjuk administrator untuk mengelola proses hukum di tiap negara.
Penutup
Kejatuhan Builder.ai menunjukkan risiko besar di balik pertumbuhan cepat startup teknologi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel
Sumber : detik.com






