PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo tetap optimis bahwa lalu lintas peti kemas akan terus tumbuh di tahun 2025. Meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerapkan kebijakan tarif baru yang cukup agresif, Pelindo menilai dampaknya masih bisa dikelola.
Presiden Direktur Pelindo, Arif Suhartono, menyatakan bahwa kebijakan tarif dari Presiden Trump bisa saja mengalami perubahan seiring waktu. Menurutnya, terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang dampak jangka panjang dari tarif tersebut.
“Diskusi mengenai tarif ini masih terlalu awal. Trump bisa saja mengubah keputusannya,” ujarnya dalam acara Indonesia Maritime Week (IMW) 2025.
Sebagai informasi, tarif resiprokal sebesar 32% yang diterapkan Amerika Serikat diprediksi menurunkan daya saing ekspor Indonesia, khususnya ke pasar AS. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan permintaan kargo dari Indonesia.
Namun demikian, Pelindo tetap mencatatkan pertumbuhan positif. Hingga April 2025, arus lalu lintas peti kemas meningkat 11% di wilayah Jakarta dan 5% secara nasional. Tahun lalu, komposisi arus peti kemas di Pelindo didominasi oleh muatan domestik sebesar 52%, sedangkan sisanya internasional.
Arif juga mengakui bahwa Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia, dengan kontribusi sekitar 10%. Oleh karena itu, kebijakan tarif tambahan dari AS tentu akan mempengaruhi daya saing kargo Indonesia.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, ia berharap program hilirisasi industri yang digencarkan pemerintah dapat terus berlanjut. Menurutnya, hilirisasi dapat menciptakan nilai tambah yang mendukung pertumbuhan lalu lintas peti kemas dalam negeri.
Lebih lanjut, Pelindo juga akan memperkuat jaringan kemitraan baik secara domestik maupun global. Langkah ini dilakukan guna memastikan sistem logistik peti kemas semakin efisien dan kompetitif di pasar internasional.
“Kami berupaya mengembangkan layanan logistik peti kemas dengan spesialisasi yang lebih baik. Selain itu, kami terbuka terhadap kemitraan global bersama operator pelabuhan dunia dan perusahaan pengapalan,” jelas Arif.
Sejumlah pelabuhan mitra yang telah bekerja sama dengan Pelindo antara lain Tanjung Priok, Arjitsen, Koja, Mitsui, dan BSE.
Dengan kolaborasi yang diperluas dan strategi hilirisasi yang kuat, Pelindo menilai lalu lintas peti kemas Indonesia akan tetap prospektif di tengah tantangan global.
Baca Artikel Lainnya di Roledu:
Ingin tahu strategi bisnis dan logistik lainnya?
Temukan insight menarik lainnya di roledu.com/artikel
Sumber : cnbcindonesia.com






