PLN Indonesia Power (PLN IP) memperluas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan PLN Indonesia Power (PLN IP) mempercepat transisi energi bersih di Tanah Air dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung pertama di Bali. Proyek ini terletak di Waduk Muara Nusa Dua dan memiliki kapasitas 100 kilowatt peak (kWp).
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah pariwisata.
Direktur Utama PLN IP, Edwin Nugraha Putra, menegaskan bahwa pengembangan PLTS di Bali mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Proyek ini juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang mendorong Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih.
“Indonesia punya potensi tenaga surya hingga 3.295 gigawatt (GW). Kami yakin energi ini harus dimanfaatkan secara optimal, terutama lewat PLTS seperti di Muara Nusa Dua, Nusa Penida, dan PLTS Atap,” ujar Edwin, Kamis (22/5/2025).
Proyek Strategis untuk Energi Berkelanjutan
PLTS Terapung Muara Nusa Dua dibangun hanya dalam waktu 1 bulan 2 minggu. Proyek ini dikerjakan oleh engineer PLN IP dan berhasil memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 49,6 persen.
Dengan luasnya area waduk, potensi pengembangan ke depan masih sangat besar. Hingga 80% dari permukaan air dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga surya.
Senior Manager PLN IP UBP Bali, I Made Harta Yasa, menegaskan bahwa PLTS Muara Nusa Dua menjadi bagian penting dalam strategi dekarbonisasi sistem kelistrikan nasional.
“Kami berkomitmen penuh mendukung Bali Mandiri Energi. Pengembangan EBT akan terus kami tingkatkan dengan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain PLTS Terapung, PLN IP juga mengelola sejumlah pembangkit EBT lain di Bali. Di antaranya adalah PLTS Nusa Penida berkapasitas 5,3 Megawatt peak (MWp) yang menjadi pionir pembangkit tenaga surya di kepulauan.
Pemanfaatan PLTS Atap juga terus dikembangkan dan tersebar di berbagai fasilitas PLN:
- UBP Bali: 510 kWp
- PLN UID Bali: 250,80 kWp
- PLTG Pemaron: 96 kWp
Upaya ini mendukung efisiensi energi sekaligus mengedukasi publik mengenai pentingnya energi terbarukan. PLN IP terus memperluas portofolio pembangkitan EBT sebagai bagian dari transisi energi bersih nasional, terutama di wilayah strategis seperti Bali.
Baca artikel lainnya tentang energi berkelanjutan dan transformasi digital di roledu.com/artikel
Sumber : liputan6.com






