Pendanaan Lemah, Pelayaran Nasional Sulit Bersaing di Era Global

pendanaan pelayaran nasional
Sumber Foto : Freepik

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, menyampaikan bahwa pendanaan pelayaran nasional yang belum optimal masih menjadi hambatan besar dalam meningkatkan daya saing industri pelayaran Indonesia di tingkat internasional. Situasi ini semakin mendesak seiring dengan kebutuhan peremajaan armada kapal ramah lingkungan agar sesuai dengan regulasi global.

“Solusi pendanaan pengadaan kapal harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Regulator, pelaku usaha, perbankan, dan lembaga pembiayaan harus terlibat aktif,” kata Carmelita dalam pernyataan tertulis pada Sabtu (24/5/2025).

Ia menjelaskan, pelayaran adalah sektor strategis. Lebih dari 90 persen perdagangan dunia mengandalkan transportasi laut. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, peran pelayaran sangat vital. Namun, industri ini bersifat padat modal, membutuhkan dana besar untuk operasional dan investasi jangka panjang.

Modal operasional meliputi gaji awak kapal, biaya pelabuhan, pajak, serta bahan bakar. Sementara itu, investasi jangka panjang lebih difokuskan pada pengadaan dan modernisasi kapal.

Skema Pendanaan Dinilai Tidak Kompetitif

Sayangnya, sektor pelayaran nasional masih sulit mengakses kredit dengan bunga kompetitif. Pihak bank menilai pelayaran sebagai usaha berisiko tinggi. Akibatnya, pinjaman untuk pembelian kapal dikenai bunga hingga 14 persen, dengan masa tenor hanya lima tahun.

“Bandingkan dengan negara lain, yang hanya mengenakan bunga 1–2 persen di atas LIBOR. Tenornya pun bisa mencapai 10 tahun,” ungkap Carmelita.

Beberapa negara telah menyediakan skema pembiayaan inovatif. Singapura memiliki shipping trust, sementara Inggris menggunakan shipping funds yang dikelola oleh manajer investasi. Namun menurut Carmelita, Indonesia perlu merancang model pembiayaan sendiri. Model tersebut harus disesuaikan dengan iklim bisnis pelayaran nasional yang unik dan kompleks.

Topik pendanaan pelayaran nasional ini akan menjadi salah satu bahasan utama dalam forum 1st Indonesia Maritime Week (IMW) 2025. Acara ini akan berlangsung pada 26–28 Mei 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Forum ini diharapkan mampu memunculkan solusi konkret demi memperkuat daya saing pelayaran nasional.


Baca artikel menarik lainnya seputar strategi bisnis & digital marketing di sini:
roledu.com/artikel

Sumber : liputan6.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *