Sumedang Siapkan Kawasan Industri Butom untuk Tarik Investor Manufaktur dan Teknologi

Industri Butom
Sumber Foto : Freepik

Pemerintah Kabupaten Sumedang tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menarik investasi di Sumedang, terutama di kawasan industri yang mencakup Kecamatan Buahdua, Ujungjaya, dan Tomo. Kawasan yang disebut sebagai Butom ini dirancang khusus untuk menampung investasi di sektor manufaktur dan teknologi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menyebutkan bahwa pengembangan kawasan industri ini merupakan bagian dari upaya daerah dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan berkelanjutan. “Kabupaten Sumedang sedang mengembangkan kawasan industri Butom dengan fokus pada manufaktur dan teknologi. Ini merupakan peluang besar bagi investor,” ujarnya pada Jumat (16/5/2025).

Tuti juga menyampaikan bahwa Pemkab Sumedang berkomitmen aktif dalam mempromosikan proyek-proyek potensial, salah satunya melalui partisipasi di West Java Investment Summit 2024. Pada ajang tersebut, Sumedang menawarkan proyek di bidang infrastruktur, pariwisata, serta pengembangan kawasan industri.

Sistem OSS RBA dan Tantangan UMK

Salah satu bentuk komitmen nyata Pemkab Sumedang dalam mendorong investasi di Sumedang adalah melalui reformasi sistem perizinan. Pemerintah telah mengadopsi sistem Online Single Submission – Risk Based Approach (OSS RBA). Sistem ini mampu mempercepat proses perizinan, yang sebelumnya memakan waktu 28 hari, kini dapat diselesaikan dalam 3 hari kerja.

Di samping sektor industri, Sumedang juga menawarkan potensi besar di bidang pertanian, peternakan, dan pariwisata. Dengan lahan subur dan kondisi alam yang mendukung, sektor agribisnis dan agrowisata dinilai sangat menjanjikan.

Namun, Tuti tak menampik bahwa terdapat sejumlah kendala. Salah satu tantangan utama adalah tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sumedang, yang mencapai Rp 3,7 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain di kawasan Rebana seperti Indramayu (Rp 2,7 juta), Cirebon (Rp 2,6 juta), dan Majalengka (Rp 2,4 juta). Hal ini menjadi pertimbangan serius bagi investor yang ingin masuk ke Sumedang.

Selain itu, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi tantangan tersendiri. Pemkab Sumedang terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pengembangan. Akses terhadap infrastruktur dasar seperti pendidikan dan kesehatan di daerah pedesaan juga menjadi fokus pembangunan.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Tuti tetap optimis bahwa investasi di Sumedang akan tetap menarik. Dengan potensi energi hijau dari PLTA Jatigede dan sumber air yang melimpah, Sumedang menawarkan nilai lebih sebagai kawasan industri berbasis energi ramah lingkungan.


Ingin tahu lebih banyak strategi investasi dan peluang bisnis terbaru?
Baca artikel lainnya di sini: Blog Kami

Sumber : detik.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *