Dua jaringan supermarket terbesar di Inggris, Tesco dan Sainsbury’s, menolak untuk menjual daging sapi AS. Pernyataan ini muncul setelah adanya kesepakatan dagang baru antara Inggris dan Amerika Serikat.
Melalui kesepakatan tersebut, AS mendapat kuota ekspor sebesar 13.000 metrik ton untuk daging sapi yang memenuhi standar Inggris. Di sisi lain, peternak Inggris mendapat kuota yang sama untuk ekspor ke pasar AS.
Namun Tesco menyatakan tidak akan mengubah kebijakan pemasok daging mereka.
“Kami hanya mengambil daging sapi dari Inggris dan Irlandia. Untuk saat ini, kebijakan itu tidak akan berubah,” ujar CEO Tesco, Ken Murphy, dalam acara World Retail Congress.
Sainsbury’s, pesaing terbesar Tesco yang memegang sekitar 15% pangsa pasar, menyampaikan sikap serupa. Mereka tetap hanya menggunakan daging sapi lokal dari Inggris dan Irlandia.
Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins, sebelumnya menyambut baik kesepakatan ini. Ia menyebut daging sapi AS sebagai produk unggulan pertanian AS. Bahkan menurutnya, kualitas daging sapi Amerika adalah yang terbaik dan paling aman. Ia optimistis ekspor daging ke Inggris akan meningkat secara signifikan.
Meski begitu, potensi daging sapi AS untuk memasuki pasar Inggris masih penuh tantangan. Perbedaan harga antara daging lokal dan impor sangat tipis. Hal ini membuat konsumen dan peritel tidak memiliki alasan kuat untuk beralih ke produk AS.
Baca juga artikel menarik lainnya di sini:
Temukan berita, tren bisnis, dan strategi digital marketing terbaru hanya di roledu.
Sumber : reuters.com






