PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan pabrik Pusri IIIB, yang kini tengah berlangsung di area seluas 8,8 hektare dalam kompleks pabrik Pusri Palembang.
Direktur Utama PT Pusri Palembang, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari revitalisasi guna menggantikan pabrik lama, Pusri III dan Pusri IV, yang telah beroperasi selama 45 tahun dan kurang efisien dalam penggunaan energi. Pembangunan pabrik baru ini dimulai sejak Desember 2023 dan diproyeksikan rampung dalam 40 bulan, sehingga ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Teknologi Ramah Lingkungan dan Efisiensi Energi
Pabrik Pusri IIIB akan mengadopsi teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Pada produksi amonia, digunakan teknologi KBR Purifier yang mampu mengurangi emisi CO2. Sementara itu, untuk produksi urea akan diterapkan teknologi ACES 21 yang terkenal memiliki investasi rendah serta konsumsi energi yang lebih efisien.
“Teknologi ini serupa dengan yang telah diterapkan di Pusri IIB, sehingga kami telah mengetahui keunggulannya. Dengan teknologi ini, konsumsi gas bumi dapat dihemat hingga 10 MMBTU per ton baik untuk produksi urea maupun amonia. Selain itu, pabrik ini juga tidak menghasilkan aroma yang mengganggu lingkungan,” ungkap Daconi.
Kapasitas Produksi Besar untuk Memenuhi Kebutuhan Nasional
Pabrik Pusri IIIB dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk nasional. Diperkirakan, pabrik ini mampu memproduksi 1.350 ton amonia per hari atau 445.500 ton per tahun. Sementara itu, produksi urea ditargetkan mencapai 2.750 ton per hari atau sekitar 907.000 ton per tahun. Dengan peningkatan produksi ini, Pusri optimis dapat lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pupuk petani di seluruh Indonesia.
Dampak Positif bagi Perekonomian dan Harga Pupuk
Dengan pengoperasian pabrik baru ini, PT Pusri Palembang yakin dapat meningkatkan efisiensi operasional yang berujung pada penurunan harga pupuk. Efisiensi yang lebih baik berarti biaya produksi yang lebih rendah, sehingga petani bisa mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, proyek ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah maupun nasional. Selama proses pembangunan, proyek ini membuka banyak lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam pelaksanaannya, proyek ini dikerjakan oleh konsorsium Wuhan Eng.Co.Ltd dan PT Adhi Karya (Persero).
Komitmen Pusri dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Keberadaan Pabrik Pusri IIIB merupakan wujud nyata komitmen Pusri dalam menjaga ketersediaan pupuk serta mendukung keberlanjutan industri pupuk di Indonesia. Dengan investasi dan inovasi ini, Pusri bertekad menjadi perusahaan yang semakin besar dan mampu bersaing di era industri 4.0.
“Di tengah persaingan industri saat ini, inovasi dan investasi menjadi kunci utama agar kami tetap bertahan dan berkembang. Pembangunan Pusri IIIB menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi dan operational excellence perusahaan,” tambah Daconi.
Pihaknya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kelancaran proyek ini. Dengan sinergi yang baik antara perusahaan dan pemerintah daerah, Pusri optimis proyek ini dapat segera terealisasi dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
“Semoga pembangunan berjalan lancar dan Pusri IIIB dapat segera beroperasi untuk mendukung para petani dan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.
Baca artikel seru lainnya di sini!
Sumber : detik.com






