Intel Hadapi Tekanan Pasokan Chip AI, Investor Soroti Produksi dan Yield 18A

Intel Chip AI

Intel menjadi sorotan investor pada perdagangan Kamis, seiring upaya perusahaan mengatasi kendala rantai pasok yang membatasi peningkatan produksi chip di tengah lonjakan permintaan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Tekanan pada pasokan chip AI diperkirakan masih menjadi tantangan utama, terutama di awal tahun.

Perusahaan sebelumnya telah memperingatkan bahwa keterbatasan pasokan chip server, yang digunakan bersama GPU dari perusahaan seperti Nvidia, akan mencapai titik paling ketat pada kuartal pertama sebelum mulai mereda di kuartal kedua. Kondisi ini turut memengaruhi strategi produksi chip Intel untuk memenuhi kebutuhan pusat data yang terus meningkat.

Kinerja Keuangan dan Proyeksi

Intel diperkirakan membukukan penurunan pendapatan kuartal pertama sebesar 1,9% menjadi sekitar 12,42 miliar dolar AS. Di sisi lain, laba per saham (EPS) yang disesuaikan diproyeksikan anjlok hampir 90% berdasarkan data LSEG.

Meski demikian, segmen data center dan AI diperkirakan tetap tumbuh 6,8% menjadi 4,41 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya permintaan stabil di sektor AI, yang mulai menjadi penopang baru bisnis Intel di tengah pelemahan siklus PC.

Strategi AI dan Kemitraan Baru

Untuk memperkuat posisinya, Intel memperluas kerja sama CPU berbasis AI dengan Google (GOOGL.O) serta bergabung dalam proyek chip AI Terafab milik Elon Musk. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem produksi chip Intel di pasar kecerdasan buatan yang semakin kompetitif.

Menurut analis eMarketer Jacob Bourne, meningkatnya permintaan CPU di pusat data AI memberikan sumber pendapatan yang lebih stabil bagi Intel, karena tidak terlalu bergantung pada siklus perangkat konsumen.

Fokus Investor: Teknologi 18A

Selain kinerja jangka pendek, investor juga menyoroti tingkat yield atau jumlah chip berkualitas dari setiap wafer silikon pada proses manufaktur 18A milik Intel. Performa proses ini dianggap krusial untuk menentukan daya saing perusahaan di industri semikonduktor.

Analis Gabelli Funds, Ryuta Makino, menilai bahwa keberhasilan Intel dalam meningkatkan yield 18A di atas ekspektasi pasar akan menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan global.

Dengan tekanan pada pasokan chip AI dan tantangan dalam meningkatkan efisiensi produksi, pasar kini menunggu langkah Intel dalam menjaga momentum di tengah transformasi industri semikonduktor berbasis AI.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *