Para CEO sejumlah maskapai berbiaya rendah di Amerika Serikat dijadwalkan bertemu dengan Menteri Transportasi AS Sean Duffy pada Selasa. Pertemuan ini dilakukan untuk mendorong Kongres memberikan keringanan pajak sementara guna menekan lonjakan maskapai biaya bahan bakar yang dipicu konflik dengan Iran.
Dorongan tersebut datang di tengah tekanan industri penerbangan yang menghadapi kenaikan tajam harga avtur. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan harga tiket dan membebani penumpang secara langsung.
Usulan Penghapusan Pajak Tiket Pesawat
Kelompok maskapai yang terdiri dari Spirit Airlines, Frontier Airlines, Allegiant Air, Sun Country, dan Avelo telah mengajukan permintaan resmi kepada Kongres. Mereka meminta penghentian sementara pajak cukai federal sebesar 7,5% serta biaya per segmen penerbangan senilai 5,30 dolar AS.
Menurut kelompok tersebut, kebijakan ini dapat menutup sekitar sepertiga dari kenaikan maskapai biaya bahan bakar yang terjadi saat ini. Asosiasi Value Airlines menilai langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga tiket di pasar domestik.
Jonathon Freye, direktur eksekutif asosiasi itu, menyebut tekanan biaya akan berdampak langsung pada konsumen. Jika tidak ada bantuan, maskapai diperkirakan akan menaikkan tarif dasar serta biaya tambahan layanan.
Dampak ke Penumpang dan Operasional Maskapai
Kenaikan harga bahan bakar jet telah memicu berbagai penyesuaian di industri penerbangan Amerika Utara. Beberapa maskapai mulai menaikkan biaya bagasi, memangkas jadwal penerbangan, hingga menahan rencana ekspansi kapasitas.
Situasi ini memperburuk kondisi pasar yang sudah kompetitif. Beban pajak tiket pesawat juga menjadi sorotan karena dianggap mempersempit ruang manuver maskapai dalam menjaga harga tetap terjangkau bagi penumpang.
Tekanan Tambahan di Industri Penerbangan
Di sisi lain, laporan terbaru menunjukkan Spirit Airlines kembali menghadapi tekanan serius. Rencana restrukturisasi perusahaan itu terganggu oleh lonjakan biaya bahan bakar yang mengubah asumsi keuangan utama mereka.
Maskapai tersebut sebelumnya baru keluar dari proses kebangkrutan pada Maret 2025. Namun, kombinasi permintaan perjalanan yang lemah, kapasitas domestik yang tinggi, dan tekanan harga membuat pemulihan bisnis berjalan sulit.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa lonjakan maskapai biaya bahan bakar dapat memicu gelombang penyesuaian besar di industri penerbangan AS dalam waktu dekat.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






