Sistem Refund Tarif AS Mulai Berjalan, Ribuan Perusahaan Ajukan Klaim Senilai Ratusan Miliar Dolar

Sistem Refund

Sistem pengembalian dana atau refund tarif AS yang disiapkan pemerintah Amerika Serikat resmi aktif pada Senin waktu setempat. Ribuan perusahaan langsung mengajukan klaim untuk memulihkan bea masuk yang dinyatakan ilegal berdasarkan putusan pengadilan, dengan total potensi pengembalian mencapai hingga 166 miliar dolar AS.

Sejak portal dibuka, sistem yang dikelola U.S. Customs and Border Protection (CBP) itu langsung dibanjiri permintaan dari importir. Meski tidak mengalami gangguan besar, sejumlah pengguna melaporkan kendala teknis seperti kegagalan unggah dokumen dan harus mencoba ulang beberapa kali.

Perusahaan mainan Basic Fun menyebut proses berjalan cukup lancar meski sempat terjadi hambatan kecil. CEO Jay Foreman mengatakan timnya bahkan menyiapkan ruang khusus untuk mengawal proses pengajuan sejak sistem dibuka. Perusahaan tersebut harus mengunggah lebih dari 500 dokumen secara bertahap melalui sistem yang tersedia.

Di sisi lain, produsen pakaian luar Wild Rye mengaku menggunakan jasa broker kepabeanan dengan biaya awal sekitar 250 dolar untuk proses pengajuan. CEO Cassie Abel menyebut meski ada kekhawatiran awal, sistem refund tarif AS sejauh ini berjalan sesuai harapan.

Putusan Pengadilan Jadi Pemicu Refund

Latar belakang kebijakan ini bermula dari keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Februari yang membatalkan tarif darurat yang diberlakukan di era Presiden Donald Trump. Tarif tersebut sebelumnya menuai gugatan karena dianggap melampaui kewenangan hukum yang berlaku.

Dalam dokumen pengadilan, CBP mencatat lebih dari 56.000 importir telah menyelesaikan persyaratan refund, dengan total nilai klaim mencapai 127 miliar dolar AS. Secara keseluruhan, lebih dari 330.000 importir terdampak tarif pada sekitar 53 juta pengiriman barang.

Meski banyak perusahaan bergegas mengajukan klaim, belum ada kepastian apakah kecepatan pengajuan akan memengaruhi proses pencairan. Namun sebagian besar pelaku usaha memilih tidak menunda untuk menghindari antrean yang lebih panjang dalam sistem refund tarif AS.

Proses Otomatis hingga Verifikasi Manual

CBP menyatakan sistem baru ini dirancang untuk memproses pengembalian dana secara otomatis dalam waktu 60 hingga 90 hari setelah pengajuan disetujui. Namun, data yang mencurigakan akan tetap melalui pemeriksaan manual oleh petugas.

Konsultan perdagangan dari EY, Lynlee Brown, menyebut fase awal pengajuan cenderung lebih mudah karena sebagian besar kasus masih sederhana. Ia menambahkan bahwa kompleksitas kemungkinan meningkat pada tahap berikutnya.

Sementara itu, Learning Resources, salah satu perusahaan yang terlibat dalam gugatan hukum, mengaku kecewa karena tetap harus mengajukan proses refund meski sudah ada putusan pengadilan. Perusahaan itu menargetkan pengembalian sekitar 10 juta dolar AS.

Ketegangan panjang soal tarif darurat ini mencerminkan dampak besar kebijakan perdagangan terhadap rantai pasok global. Perubahan regulasi yang cepat dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak perusahaan harus menyesuaikan strategi bisnis dan arus logistik mereka.

Meski demikian, sejumlah pelaku usaha mengapresiasi kinerja awal sistem ini yang dinilai cukup stabil di tengah tingginya volume pengajuan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *