Eli Lilly Akuisisi Kelonia Therapeutics Senilai $7 Miliar, Perkuat Bisnis Onkologi

Eli Lilly Akuisisi

U.S. drugmaker Eli Lilly resmi mengumumkan akuisisi Kelonia Therapeutics dengan nilai potensi hingga US$7 miliar atau sekitar Rp112 triliun. Langkah ini memperkuat posisi perusahaan di sektor onkologi sekaligus memperluas pengembangan terapi CAR-T in vivo untuk pengobatan kanker generasi baru.

Dalam kesepakatan yang diumumkan pada Senin, Eli Lilly akan membayar US$3,25 miliar di awal. Sisanya diberikan dalam bentuk pembayaran berbasis pencapaian atau milestone. Transaksi ini diperkirakan rampung pada paruh kedua 2026.

Kelonia Therapeutics berbasis di Boston dan dikenal mengembangkan terapi genetik berbasis CAR-T. Teknologi ini memodifikasi sel imun pasien untuk menyerang sel kanker secara lebih efektif. Salah satu kandidat utamanya, KLN-1010, saat ini tengah diuji pada pasien multiple myeloma.

Dorong ekspansi bisnis kanker Lilly

Melalui akuisisi Kelonia Therapeutics, Lilly memperkuat portofolio kanker yang sudah mencakup obat seperti Jaypirca untuk kanker darah dan Verzenio untuk kanker payudara. Perusahaan juga memiliki sejumlah kandidat terapi lain yang masih dalam tahap pengembangan.

Langkah ini diambil di tengah persaingan ketat industri obat, khususnya setelah booming pasar obat obesitas yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama Lilly. Perusahaan kini berupaya menyeimbangkan portofolio dengan memperkuat lini onkologi.

Pasar obat kanker sendiri diperkirakan terus tumbuh signifikan. Data IQVIA menyebutkan nilai pasar global bisa mencapai US$409 miliar pada 2028, naik dari sekitar US$223 miliar pada 2023.

Fokus pada terapi generasi baru

Teknologi terapi CAR-T in vivo yang dikembangkan Kelonia menjadi sorotan utama dalam kesepakatan ini. Berbeda dari pendekatan CAR-T konvensional yang memodifikasi sel di luar tubuh, metode ini memungkinkan rekayasa sel dilakukan langsung di dalam tubuh pasien.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efisien dan berpotensi menurunkan biaya serta kompleksitas terapi. Sejumlah analis menyebut teknologi ini sebagai salah satu arah paling menjanjikan dalam pengembangan terapi sel.

Investor Venrock sekaligus dewan Kelonia, Bryan Roberts, menilai dukungan Lilly menjadi sinyal kuat terhadap kualitas data riset perusahaan tersebut. Ia menyebut KLN-1010 berpotensi menjadi terapi unggulan untuk multiple myeloma jika berhasil melewati uji klinis lanjutan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *