Uber kembali memperkuat posisinya di industri pengantaran makanan dengan menambah kepemilikan saham di Delivery Hero sebesar 4,5%. Transaksi ini bernilai sekitar €270 juta atau setara Rp5 triliun, sekaligus menjadikan Uber sebagai salah satu pemegang saham signifikan dalam perusahaan tersebut.
Langkah Uber akuisisi saham Delivery Hero ini dilakukan melalui pembelian sekitar 13,6 juta saham dari Prosus. Setelah transaksi rampung, total kepemilikan Uber di perusahaan pengiriman makanan berbasis di Jerman tersebut meningkat menjadi sekitar 7%.
Kesepakatan ini terjadi di tengah upaya Prosus untuk mengurangi kepemilikannya, seiring tekanan regulasi di Eropa. Harga pembelian ditetapkan sekitar €20 per saham, mencerminkan strategi investasi jangka panjang dari Uber di sektor delivery global.
Strategi Perluasan Bisnis Delivery
Penambahan saham Delivery Hero menjadi bagian dari strategi Uber dalam memperluas jaringan dan memperkuat posisinya di pasar internasional, khususnya di kawasan Eropa. Dengan masuk lebih dalam sebagai investor, Uber berpotensi memperoleh sinergi bisnis yang lebih luas di sektor pengantaran makanan.
Selama beberapa tahun terakhir, industri food delivery mengalami persaingan ketat dengan margin yang semakin tipis. Oleh karena itu, kolaborasi dan investasi lintas perusahaan menjadi salah satu cara untuk mempertahankan pertumbuhan sekaligus efisiensi operasional.
Selain itu, langkah ini juga menunjukkan bahwa Uber tidak hanya fokus pada ekspansi organik, tetapi juga aktif memanfaatkan peluang investasi strategis. Dengan memperbesar kepemilikan di Delivery Hero, Uber dapat memperkuat pengaruhnya di pasar global tanpa harus melakukan akuisisi penuh.
Dinamika Industri dan Konsolidasi
Industri pengantaran makanan global saat ini tengah memasuki fase konsolidasi, di mana pemain besar berupaya memperkuat posisi melalui merger, akuisisi, maupun investasi saham. Uber akuisisi saham Delivery Hero menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan teknologi mencari keunggulan kompetitif melalui pendekatan non-tradisional.
Ke depan, langkah ini diperkirakan akan membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara kedua perusahaan, baik dalam teknologi, operasional, maupun penetrasi pasar baru.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com





