Amazon Luncurkan Amazon Bio Discovery, Percepat Proses AI Penemuan Obat di Industri Farmasi

Amazon Bio Discovery
Sumber Foto : Google

Amazon Web Services (AWS) meluncurkan Amazon Bio Discovery, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempercepat riset awal pengembangan obat melalui pendekatan AI penemuan obat tanpa perlu kemampuan pemrograman. Langkah ini memperkuat tren industri farmasi yang semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat proses riset dan pengembangan.

Platform Amazon Bio Discovery memungkinkan peneliti menjalankan alur kerja komputasi kompleks secara otomatis. Sistem ini menyediakan akses ke berbagai model dasar biologis yang dapat menghasilkan sekaligus mengevaluasi kandidat molekul obat, serta agen AI yang membantu memilih model, mengatur parameter, hingga membaca hasil analisis.

AWS juga menyebutkan bahwa kandidat molekul yang dihasilkan dapat langsung diteruskan ke mitra laboratorium untuk tahap sintesis dan pengujian. Hasil pengujian tersebut kemudian diintegrasikan kembali ke sistem guna menyempurnakan iterasi desain berikutnya dalam proses AI penemuan obat.

Percepatan Riset dengan AI

Menurut AWS, pengembangan Amazon Bio Discovery lahir dari kebutuhan untuk mengatasi hambatan dalam proses riset obat, khususnya pada peran ilmuwan komputasi yang harus menerjemahkan kebutuhan laboratorium ke dalam pipeline machine learning.

Perusahaan farmasi seperti Bayer, Broad Institute, dan Voyager Therapeutics disebut sebagai pengguna awal platform ini. Selain itu, hampir seluruh 20 perusahaan farmasi global terbesar telah menggunakan layanan cloud AWS dalam operasional mereka.

Dalam kolaborasi dengan Memorial Sloan Kettering Cancer Center, AWS melaporkan bahwa platform ini mampu menghasilkan hampir 300.000 molekul antibodi baru. Dari jumlah tersebut, sekitar 100.000 kandidat diseleksi untuk diuji di laboratorium oleh Twist Bioscience, mempercepat proses yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan menjadi hanya beberapa minggu.

Strategi Industri dan Pandangan Analis

AWS menegaskan bahwa Amazon Bio Discovery tidak bertujuan menggantikan ilmuwan, melainkan memperkuat kemampuan mereka dalam riset berbasis data. Model ini juga mendukung efisiensi kerja organisasi riset kontrak yang terlibat dalam pengembangan obat.

Di sisi lain, analis Jefferies menilai kekhawatiran bahwa AI akan mengurangi kebutuhan perangkat riset dinilai berlebihan. Sebaliknya, peningkatan kecepatan riset justru berpotensi meningkatkan investasi pada alat dan teknologi pendukung.

Selain peluncuran tersebut, AWS bersama Boston Consulting Group dan Merck juga akan memperkenalkan platform AI lain yang berfokus pada pemilihan lokasi uji klinis. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam proses pengembangan obat.

Dengan hadirnya Amazon Bio Discovery dan penguatan ekosistem AI penemuan obat, industri farmasi diperkirakan memasuki fase baru yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *