ISC Targetkan Utilitas Data Center 7 MW, Bidik Sektor Perbankan dan AI

PT Indonesia Super Corridor (ISC) menargetkan utilitas data center miliknya mencapai 7 megawatt (MW) hingga akhir 2026. Target ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi di industri pusat data, terutama dengan membidik sektor perbankan dan penyedia layanan kecerdasan buatan (AI).

Hingga kuartal I/2026, pemanfaatan kapasitas data center ISC baru berada di kisaran 30%. Perusahaan berencana mengoptimalkan sisa kapasitas dengan mengisi empat lantai fasilitas Data Center Tier IV yang berlokasi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Founder ISC, Benyamin P. Naibaho, menyatakan bahwa fokus ekspansi diarahkan ke industri dengan kebutuhan keamanan dan komputasi tinggi. “Sektor yang kami incar meliputi perbankan, layanan keuangan, hingga penyedia konten AI,” ujarnya.

Andalkan Sertifikasi Keamanan Global

Salah satu keunggulan utama ISC dalam menarik klien adalah kepemilikan sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS). Standar internasional ini menjadi syarat penting bagi perusahaan yang mengelola data transaksi kartu dan sistem pembayaran digital.

Dengan sertifikasi tersebut, ISC memastikan seluruh sistem—mulai dari akses fisik hingga jaringan—memiliki perlindungan berlapis terhadap potensi kebocoran data. Kepatuhan ini semakin relevan di tengah meningkatnya transaksi non-tunai di Indonesia.

ISC juga telah memenuhi seluruh persyaratan teknis yang diverifikasi oleh Qualified Security Assessor (QSA), sehingga mampu menjamin keamanan data bagi ekosistem perbankan, e-commerce, dan layanan keuangan digital.

Infrastruktur Kelas Tinggi untuk Kebutuhan AI

Di tengah persaingan industri data center, ISC melihat peluang besar dari pertumbuhan AI dan sektor finansial. Keduanya membutuhkan infrastruktur dengan daya komputasi besar serta keandalan operasional tinggi.

Fasilitas ISC Tower dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Data center ini memiliki kapasitas hingga 750 rak server dengan dukungan daya mencapai 20 MW. Selain itu, perusahaan menawarkan Service Level Agreement (SLA) colocation hingga 99,995%, yang memastikan operasional hampir tanpa gangguan.

Berbeda dengan data center Tier III, fasilitas Tier IV milik ISC memiliki sistem yang sepenuhnya fault-tolerant. Artinya, setiap jalur distribusi listrik dan pendinginan memiliki cadangan, sehingga gangguan pada satu jalur tidak akan menghentikan operasional server klien.

Dengan kombinasi sertifikasi keamanan global dan infrastruktur berstandar tinggi, ISC optimistis mampu meningkatkan utilitas data center sekaligus memperluas pangsa pasar di sektor strategis.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *