Perusahaan investasi global KKR berencana mengambil alih seluruh saham Taiyo Holdings melalui penawaran tender senilai 528,56 miliar yen atau sekitar US$3,3 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi akuisisi Taiyo Holdings yang ditujukan untuk membawa perusahaan keluar dari bursa (privatisasi).
Dalam rencana tersebut, KKR menawarkan harga 4.750 yen per saham, atau sekitar 4,7% lebih rendah dibandingkan harga penutupan terakhir. Meski demikian, aksi privatisasi Taiyo Holdings ini telah mendapat dukungan dari sejumlah pemegang saham utama.
Beberapa investor besar seperti DIC Corp, Kowa Co, serta Oasis Management telah menyatakan komitmennya. Secara kolektif, ketiganya menguasai sekitar 42,2% saham beredar Taiyo Holdings.
KKR juga telah menandatangani kesepakatan khusus dengan DIC dan Kowa, yang akan melepas saham mereka melalui skema konsolidasi saham dan pembelian kembali setelah transaksi selesai. Sementara itu, Oasis Management sepakat untuk menjual seluruh kepemilikannya yang mencapai sekitar 15,62% dari total saham perusahaan.
Strategi Investasi dan Peran Keluarga Pendiri
Menariknya, keluarga pendiri Taiyo Holdings tidak sepenuhnya keluar dari bisnis. Mereka berencana untuk kembali berinvestasi dalam entitas yang dikelola KKR, yang nantinya akan menjadi pemilik baru perusahaan tersebut.
Langkah ini mencerminkan strategi investasi jangka panjang KKR dalam memperkuat posisi di sektor manufaktur kimia Jepang, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi Taiyo Holdings untuk melakukan transformasi bisnis di luar tekanan pasar publik.
Akuisisi ini juga menandai tren meningkatnya minat investor global terhadap perusahaan Jepang yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan, terutama melalui skema privatisasi yang memungkinkan restrukturisasi lebih agresif.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com