Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali naik, dengan rata-rata harga bensin melampaui 150p per liter untuk pertama kali dalam hampir dua tahun. Diesel juga menembus 177p per liter. Kenaikan ini terjadi sebulan setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran, namun bos Asda, Allan Leighton, menegaskan bahwa kenaikan harga bukanlah bentuk keuntungan berlebihan dari pengecer.
Menurut data RAC, biaya mengisi tangki mobil keluarga dengan bensin kini naik lebih dari £9,50 menjadi lebih dari £82, sedangkan diesel meningkat £19 menjadi sekitar £97 per tangki. Leighton menekankan, pasokan BBM sempat terganggu di beberapa lokasi akibat permintaan yang meningkat, tetapi Asda tidak menutup satu pun SPBU dan memprediksi pasokan normal akan kembali setelah pengiriman berikutnya.
Pasokan BBM Masih Terkendali
Asosiasi Pengecer BBM (PRA) mengonfirmasi ada laporan keterbatasan pasokan di beberapa SPBU, namun menyatakan tidak ada alasan untuk khawatir. “Distribusi di seluruh Inggris berjalan normal, dan konsumen tidak perlu mengubah kebiasaan membeli BBM,” kata Direktur PRA Gordon Balmer. RAC menilai harga bensin di atas 150p per liter sebagai tonggak yang tidak menyenangkan, terutama menjelang libur panjang Paskah.
Leighton menegaskan bahwa margin keuntungan Asda justru menurun akibat lonjakan harga minyak, sehingga tudingan pemerintah soal profiteering tidak berdasar. Ia juga menyebut pemerintah memperoleh pendapatan tambahan dari pajak BBM yang meningkat, sementara pengecer menghadapi tekanan pasokan.
Harga minyak mentah Brent kembali menembus $110 per barel, meski Presiden Trump menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran hingga 6 April. Pergerakan harga minyak global, yang dalam empat minggu terakhir berkisar antara $73–$116 per barel, memengaruhi harga di SPBU dengan sedikit jeda. Analisis menunjukkan setiap kenaikan $10 pada harga minyak mentah menambah sekitar 7p per liter di pompa.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com