Perusahaan teknologi jaringan Nokia memperluas kemitraan strategis dengan operator telekomunikasi TIM Brasil dan Deutsche Telekom untuk mempercepat penerapan teknologi AI dalam pengembangan jaringan seluler generasi baru.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan operator telekomunikasi terhadap infrastruktur jaringan yang mampu mendukung berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan. Melalui kerja sama tersebut, Nokia ingin memperkuat posisi dalam pengembangan jaringan yang lebih otomatis, efisien, dan siap menghadapi pertumbuhan trafik data global.
Kerja sama dengan TIM Brasil menjadi bagian penting dari strategi ekspansi Nokia di Amerika Latin. Operator tersebut sebelumnya telah menggunakan teknologi jaringan Nokia untuk pengembangan layanan 5G di beberapa wilayah Brasil.
Kini, kolaborasi tersebut diperluas ke sejumlah wilayah tambahan di negara tersebut. Perluasan ini memungkinkan jaringan TIM Brasil menjangkau sekitar 42 persen populasi Brasil, sekaligus memperkuat kapasitas layanan digital dan aplikasi berbasis teknologi AI.
Dalam proyek tersebut, TIM Brasil juga memanfaatkan teknologi AI-RAN yang dikembangkan bersama Nvidia. Solusi ini memungkinkan integrasi kecerdasan buatan langsung ke dalam sistem jaringan radio sehingga pengelolaan jaringan dapat dilakukan secara lebih otomatis dan efisien.
Kolaborasi dengan Deutsche Telekom untuk Jaringan Masa Depan
Selain memperkuat kerja sama di Amerika Latin, Nokia juga memperdalam kolaborasi dengan operator Eropa, Deutsche Telekom, untuk mengembangkan jaringan AI yang lebih fleksibel dan terbuka.
Kemitraan ini berfokus pada pengembangan teknologi AI-native Radio Access Network (RAN). Sistem tersebut menggabungkan jaringan radio dengan komputasi berbasis cloud dan kecerdasan buatan.
Melalui teknologi ini, operator dapat mengelola jaringan secara lebih dinamis. Jaringan juga dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan layanan digital secara real time.
Kolaborasi antara Nokia dan Deutsche Telekom juga mencakup pengembangan Cloud RAN serta penerapan konsep Open RAN. Pendekatan tersebut memungkinkan penggunaan perangkat dari berbagai vendor dalam satu ekosistem jaringan.
Dengan model jaringan yang lebih terbuka, operator telekomunikasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat inovasi layanan digital.
Secara keseluruhan, perluasan kerja sama ini menunjukkan semakin pentingnya jaringan AI dalam transformasi industri telekomunikasi global. Teknologi tersebut diperkirakan akan menjadi fondasi utama bagi layanan digital generasi berikutnya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com