Anthropic Siapkan Pendanaan Rp168 Triliun, Nilai Perusahaan AI Melonjak Tajam

Perusahaan kecerdasan artifisial Anthropic dikabarkan tengah memfinalisasi rencana penggalangan dana baru bernilai US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun. Jika kesepakatan ini terealisasi, pendanaan Anthropic tersebut akan mendorong valuasi perusahaan menembus US$350 miliar atau setara Rp5.880 triliun dalam beberapa pekan ke depan.

Berdasarkan laporan Reuters, putaran pendanaan ini dipimpin oleh Coatue Management dan dana kekayaan negara Singapura, GIC. Proses negosiasi disebut sudah memasuki tahap akhir, meski besaran dana dan struktur investasi masih berpeluang mengalami penyesuaian sebelum penutupan resmi.

Lonjakan valuasi ini mempertegas posisi Anthropic sebagai salah satu pemain utama dalam peta persaingan kecerdasan buatan global.

Valuasi Naik Pesat dalam Waktu Singkat

Pertumbuhan nilai perusahaan Anthropic terjadi dalam tempo yang relatif singkat. Pada September lalu, perusahaan menutup pendanaan Seri F dengan nilai lebih dari Rp218 triliun dan valuasi sekitar Rp3.074 triliun. Artinya, valuasi startup AI ini diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat hanya dalam satu kuartal.

Sebelumnya, pada Maret 2025, Anthropic juga berhasil mengamankan pendanaan tambahan senilai Rp58 triliun. Saat itu, valuasi perusahaan berada di kisaran Rp1.033 triliun. Rangkaian pendanaan tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap teknologi AI generatif yang dikembangkan perusahaan.

Strategi Terpisah dari Investasi Teknologi

Pendanaan tunai yang sedang disiapkan Anthropic berbeda dari komitmen investasi strategis sebelumnya yang melibatkan Nvidia dan Microsoft. Kedua perusahaan teknologi tersebut telah menjanjikan investasi senilai Rp252 triliun melalui skema tidak langsung.

Dalam skema tersebut, dana digunakan untuk membeli kapasitas komputasi berbasis cloud Microsoft Azure dengan dukungan chip Nvidia. Model ini dinilai bersifat sirkular karena dana kembali ke penyedia infrastruktur. Dengan memisahkan jalur pendanaan, Anthropic dapat menjaga likuiditas kas sekaligus memastikan ketersediaan sumber daya teknis.

Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi kompetisi yang semakin ketat, terutama dengan OpenAI dan sejumlah pengembang AI besar lainnya.

Dorong Produk dan Target Pertumbuhan

Dari sisi operasional, tambahan modal ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan produk Anthropic di kalangan pengembang perangkat lunak. Perusahaan mengandalkan Claude Code, alat otomatisasi pemrograman berbasis model Claude Opus 4.5, untuk memperluas penetrasi pasar.

Permintaan dari sektor korporasi juga terus tumbuh. Laporan Reuters sebelumnya menyebutkan bahwa Anthropic menargetkan peningkatan signifikan pada pendapatan tahunan, dengan fokus pada klien enterprise yang membutuhkan solusi AI skala besar.

Di tengah ekspansi tersebut, wacana penawaran saham perdana atau IPO masih menjadi perhatian pasar. Meski Financial Times melaporkan bahwa Anthropic telah menunjuk firma hukum untuk persiapan IPO, manajemen perusahaan menegaskan belum ada keputusan final terkait waktu pelaksanaannya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *