Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai peningkatan Indeks Masyarakat Digital (IMDI) pada 2026 sangat bergantung pada konsistensi anggaran pemerintah, khususnya untuk pengembangan teknologi pemerintahan (Government Technology). Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menekankan bahwa kebijakan investasi di sektor telekomunikasi serta dukungan terhadap penyelenggara jaringan juga menjadi faktor penting.
“Peningkatan IMDI sangat dipengaruhi oleh kesinambungan anggaran Government Technology dan kebijakan investasi di bidang telekomunikasi, jaringan, serta riset dan pengembangan SDM,” ujar Sarwoto kepada Bisnis, Selasa (7/10/2025).
Ia menambahkan, Indonesia akan segera beralih dari fase digitalisasi menuju all clouds ke era baru yang disebut all intelligence, seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, arah kebijakan digital ke depan harus memastikan bahwa transformasi digital Indonesia benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Tantangan Infrastruktur dan Literasi Digital
Sarwoto menjelaskan bahwa IMDI mengukur empat pilar utama: infrastruktur dan ekosistem, keterampilan, pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja. Kenaikan skor nasional menunjukkan arah positif, meski beberapa pilar masih fluktuatif.
Menurut Mastel, peningkatan nilai IMDI tahun ini didorong oleh perbaikan pada pilar infrastruktur dan ekosistem digital, yang sebelumnya turun akibat keterlambatan pembangunan di wilayah 3T. “Pemerintah dan pelaku industri perlu mempercepat implementasi jaringan 5G serta teknologi edge AI agar transformasi digital berjalan lebih efisien,” ungkap Sarwoto.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital secara konkret, bukan hanya teoritis. “Masalah digital bukan hanya ekonomi, tetapi juga sosial dan geopolitik. Kolaborasi lintas sektor dan adaptasi cepat dari berbagai inovasi global perlu diperkuat,” tambahnya.
Proyeksi Peningkatan IMDI 2026
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat, nilai IMDI 2025 mencapai 44,53 poin, naik dari 43,34 poin pada tahun sebelumnya. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut capaian tersebut sebagai bukti kemajuan menuju visi Pemerintah Digital 2045.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi, Boni Pudjianto, memproyeksikan nilai IMDI 2026 akan meningkat menjadi 45,33 poin. Upaya peningkatan dilakukan melalui tiga strategi utama: penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi dan keterampilan masyarakat, serta pengembangan kompetensi SDM sesuai kebutuhan industri masa depan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.