Samsung dan SK Hynix Gaet OpenAI untuk Proyek Stargate di Korea

Samsung Electronics dan SK Hynix telah menandatangani surat niat (letter of intent) untuk memasok chip memori AI ke data center milik OpenAI, seiring langkah mereka ambil bagian dalam proyek Stargate Korea. Kolaborasi ini memperkuat posisi Korea Selatan dalam peta persaingan global sebagai pusat AI.

Kerja Sama Pasokan Chip dan Pembangunan Data Center

Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Presiden di Seoul, CEO OpenAI, Sam Altman, bertemu Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, serta jajaran pimpinan Samsung dan SK Hynix. Dalam kesepakatan tersebut, kedua produsen chip akan menyediakan komponen memori penting bagi kebutuhan AI OpenAI.

OpenAI berencana mendirikan dua data center di Korea Selatan dengan kapasitas awal 20 megawatt, bekerja sama secara joint venture dengan Samsung dan SK Hynix. Proyek ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan teknis dan infrastruktur AI di wilayah Asia. Korea juga membuka kemungkinan partisipasi pembiayaan untuk proyek tersebut apabila diperlukan.

Seorang penasihat presiden menyebut OpenAI akan memesan hingga 900.000 wafer semikonduktor pada tahun 2029, angka yang diperkirakan bernilai lebih dari 100 triliun won (sekitar 70 miliar USD), meski nilai tersebut bisa bergantung pada siklus pasar memori.

Alasan dan Manfaat Kolaborasi

Samsung dan SK Hynix menguasai sekitar 70% pasar DRAM global dan hampir 80% pasar HBM. HBM (High Bandwidth Memory) adalah jenis DRAM berlapis vertikal yang menawarkan efisiensi ruang dan konsumsi daya—fitur penting untuk beban kerja AI besar.

OpenAI menyebut Korea memiliki basis industri tak tertandingi yang krusial bagi pengembangan AI global, dan melalui kolaborasi ini, mereka dapat bangun “Stargate Korea” yang mendukung kebutuhan kedaulatan AI Korea.

Selain itu, Samsung SDS (anak usaha Samsung) meneken kemitraan untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan data center AI dalam proyek Stargate, sekaligus memperluas layanan AI enterprise. Adapun Samsung Heavy Industries dan divisi konstruksi Samsung C&T akan mempertimbangkan pembangunan pusat data terapung (floating data center) untuk menekan biaya pendinginan dan emisi karbon.

Sementara itu, Google juga dikabarkan tengah bernegosiasi dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan mengenai kerja sama AI. SK Group, pada sisi lain, telah mengumumkan investasi 7 triliun won, termasuk 4 miliar USD dari AWS (Amazon Web Services), untuk mendirikan pusat data di Korea Selatan.

Kesepakatan ini menunjukkan bahwa chip memori AI dan proyek Stargate Korea tidak hanya menghadirkan peluang besar bagi industri semikonduktor domestik, tetapi juga memperkuat ambisi Korea Selatan sebagai pusat AI Asia.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *