Google kembali berhadapan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) dalam sidang antimonopoli terkait bisnis iklan digital. Persidangan ini berlangsung di pengadilan federal Alexandria, Virginia, dan akan menentukan langkah hukum setelah hakim menyatakan sebagian teknologi periklanan Google terbukti menciptakan monopoli ilegal.
Sidang Penentuan “Remedy”
Hakim Leonie Brinkema sebelumnya menilai praktik Google merugikan penerbit online karena membatasi persaingan. Dalam sidang yang diperkirakan berlangsung dua minggu, DoJ menuntut agar Google melepas sebagian unit teknologi iklannya demi mengembalikan persaingan pasar.
Jaksa Julia Tarver Wood menegaskan bahwa “tujuan dari remedy adalah memulihkan persaingan yang sehat,” dengan menuding Google menyembunyikan cara manipulasi melalui algoritme.
Namun, pengacara Google, Karen Dunn, menilai usulan DoJ bersifat ekstrem dan berpotensi merusak ekosistem internet. Google berargumen sudah melakukan perubahan pada sistem “ad manager” untuk memberikan lebih banyak pilihan harga dan layanan.
Dampak Besar bagi Bisnis Google
Kasus yang diajukan sejak 2023 ini mengancam jaringan iklan digital yang menopang sebagian besar pendapatan Alphabet, induk perusahaan Google. Pada 2024, layanan iklan digital menghasilkan lebih dari 305 miliar dolar AS dan menjadi sumber utama keberlangsungan ribuan situs web.
Sidang remedy ini juga dibandingkan dengan kasus monopoli mesin pencari Google. Dalam perkara sebelumnya, hakim federal Amit Mehta menolak tuntutan DoJ untuk memaksa Google menjual browser Chrome, dan memilih opsi perbaikan yang lebih ringan. Putusan itu sempat dianggap sebagai kemenangan bagi Google, mendorong kapitalisasi pasar Alphabet tembus 3 triliun dolar AS.
Hakim Brinkema kini meminta kedua pihak mempertimbangkan putusan Mehta dalam sidang iklan digital. Google pun menekankan bahwa persaingan kini makin dinamis dengan munculnya teknologi AI dari kompetitor seperti Meta.
Meski hasil akhir sidang belum diputuskan, Google menyatakan akan tetap mengajukan banding atas vonis monopoli yang dijatuhkan sebelumnya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






