Akuisisi Premier Group Recruitment: Dari Utang Besar ke Perusahaan Baru

Premier Group Recruitment

Premier Group Recruitment, perusahaan rekrutmen asal Inggris, baru-baru ini masuk administrasi dengan utang sebesar £2,9 juta, termasuk £647.000 kepada HM Revenue and Customs (HMRC). Utang ini memicu tindakan penegakan hukum oleh HMRC. Tiga hari setelahnya, aset perusahaan diambil alih oleh PGGBR Ltd, sebuah perusahaan baru yang didirikan oleh Andrew Woosnam, pemegang saham mayoritas Premier Group Recruitment sebesar 99%.

Woosnam sendiri memiliki pinjaman direktur senilai £1,2 juta dari Premier, yang dilaporkan meningkat sekitar £265.000 sejak akhir tahun keuangan 2024. Pada saat itu, perusahaan telah menyatakan keraguan besar atas kemampuannya untuk memenuhi kewajiban di masa mendatang. Sebelumnya, Premier Group Recruitment membayarkan total dividen £1,95 juta kepada para pemegang saham pada 2022–2023.

Phoenixism dan Struktur Akuisisi

Transaksi ini dianggap contoh praktik phoenixism, di mana perusahaan yang bangkrut dibubarkan dan asetnya diambil alih oleh entitas baru, bebas dari utang lama. HMRC memperkirakan praktik ini menyebabkan hilangnya sekitar 22% dari £3,8 miliar kerugian pajak yang dilaporkan antara 2022–2023.

Dalam akuisisi Premier, PGGBR Ltd membayar awal sebesar £10.000, kemudian berkomitmen membayar cicilan bulanan £25.000 hingga September 2027, dengan total harga pembelian mencapai £610.000. Administrasi menolak tawaran lain senilai £321.000 plus royalti tambahan, karena mempertimbangkan kemungkinan pemulihan terbaik bagi kreditor melalui Woosnam yang memberikan jaminan pribadi.

Prospek Pemulihan Utang

Administrator saat ini memperkirakan hanya sekitar setengah dari pinjaman direktur £1,2 juta yang bisa dipulihkan. Pemulihan sebagian utang bergantung pada aset pribadi Woosnam, termasuk properti keluarga yang dimiliki bersama istrinya. Mengenai utang Premier kepada HMRC, administrator menyatakan bahwa besaran yang bisa dibayarkan masih sulit dipastikan.

Woosnam belum memberikan komentar resmi terkait transaksi ini, sementara administrator masih meninjau kepatutan dividen yang telah dibayarkan sebelumnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *