Penjualan eceran di Inggris mencatat kenaikan 0,5% pada Agustus, seiring persiapan musim sekolah baru dan cuaca panas yang mendorong belanja masyarakat, menurut data terbaru dari Office for National Statistics (ONS). Angka ini sedikit melampaui perkiraan beberapa analis yang memperkirakan kenaikan 0,4%.
ONS juga menyebut bahwa penjualan secara daring meningkat, dengan kontribusi utama dari toko non-toko (online). Penjualan pakaian melonjak 1,3% secara bulanan karena kondisi cuaca yang hangat, sementara penjualan di toko non-makanan, termasuk department store dan toko perlengkapan rumah tangga, naik 1,1%. Penjualan di toko makanan meningkat 0,5%, didorong pemulihan dari penurunan bulan Juli pada toko spesialis seperti tukang daging dan roti.
“Angka Agustus menunjukkan momentum positif dari belanja musim panas,” ujar Jim Rudall, direktur regional Mailchimp. Dia menambahkan, libur panjang bank holiday terakhir sebelum Desember turut mendorong aktivitas belanja konsumen.
Penurunan Kuartalan dan Kekhawatiran Musim Liburan
Meski begitu, ONS mencatat bahwa penjualan retail dalam tiga bulan hingga akhir Agustus turun 0,1% dibanding kuartal sebelumnya. Penurunan ini terutama terjadi di toko non-makanan seperti dealer barang antik, rumah lelang, dan toko teknologi, serta penurunan penjualan bahan bakar, yang hanya sebagian tertutupi oleh kenaikan penjualan online dan pakaian.
Retailer juga mencatat kekhawatiran menjelang anggaran akhir November, karena potensi kenaikan pajak bisa memengaruhi pengeluaran konsumen pada musim belanja Natal. Sebelumnya, British Retail Consortium menyebut peningkatan belanja makanan dan minuman lebih dipicu oleh kenaikan harga daripada peningkatan jumlah barang yang dibeli. Anggaran pemerintah dijadwalkan diumumkan oleh Kanselir Rachel Reeves pada 26 November.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






