Dollar General meningkatkan proyeksi tahunan pada Kamis (4/9), seiring strategi pengiriman di hari yang sama dan proyek renovasi toko yang mendorong permintaan dari konsumen berbagai lapisan di Amerika Serikat. Toko diskon ini menjadi tujuan belanja masyarakat lintas pendapatan yang mencari kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi akibat tarif impor AS.
Strategi Jaga Harga Murah
Seperti peritel lain, Dollar General menghadapi tantangan menjaga harga tetap rendah bagi konsumen sensitif harga, sembari menanggung dampak kenaikan biaya impor. Perusahaan menaikkan target laba per saham tahunannya menjadi US$5,80–US$6,30, dari proyeksi sebelumnya US$5,20–US$5,80. Efisiensi dari dua program renovasi toko untuk memperbaiki tata letak produk turut berkontribusi pada proyeksi tersebut.
Manajemen mengakui adanya tekanan tambahan pada konsumen saat memasuki kuartal liburan. Namun, saham Dollar General yang sudah naik 47% sepanjang tahun ini tetap bergerak positif dalam perdagangan Kamis pagi.
Perluas Kemitraan Pengiriman
CEO Todd Vasos menyebut tarif impor dari China sudah memicu kenaikan harga pada beberapa produk. Meski begitu, perusahaan menegaskan tetap menjaga keterjangkauan harga, terutama untuk produk musiman. Menariknya, konsumen berpendapatan menengah dan tinggi mulai berbelanja di Dollar General untuk mencari alternatif lebih hemat, sementara pelanggan inti berpendapatan rendah juga mencatatkan peningkatan belanja di kuartal kedua.
Perusahaan kini memperluas kerja sama dengan DoorDash menjadi 16.000 toko, serta memulai kolaborasi dengan Uber Eats bulan ini. Langkah ini diharapkan memperbesar pangsa pasar dari konsumen menengah hingga atas, di tengah persaingan ketat dengan Walmart dan Amazon yang agresif mengembangkan layanan belanja cepat.
Untuk kuartal yang berakhir 1 Agustus, penjualan toko yang sama tumbuh 2,8%, melampaui perkiraan 2,5%. Dollar General juga merevisi target pertumbuhan penjualan bersih 2025 menjadi 4,3%–4,8%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 3,7%–4,7%. Sementara itu, laba kuartal kedua tercatat US$1,86 per saham, melebihi ekspektasi analis.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.