Bath & Body Works Catat Laba di Bawah Ekspektasi pada Kuartal II

Bath & Body Works melaporkan laba kuartal II yang lebih rendah dari perkiraan analis, dipengaruhi kenaikan biaya operasional di tengah ketidakpastian belanja konsumen. Saham perusahaan turun sekitar 6% dalam perdagangan pra-pasar pada Kamis (4/9).

Tekanan Konsumen dan Kenaikan Biaya

Peritel kecantikan dan perawatan tubuh ini menghadapi tantangan karena konsumen mulai mengurangi pengeluaran akibat inflasi. Meski belanja konsumen AS meningkat pada Juni dan Juli, pertumbuhan diperkirakan melemah pada kuartal III seiring pasar tenaga kerja yang melambat dan harga barang yang lebih tinggi.

Untuk memperkuat penjualan, perusahaan meningkatkan promosi dan meluncurkan produk tematik, termasuk lini bertema karakter Disney untuk musim Halloween, serta koleksi lilin beraroma keramik. Namun, biaya umum, administrasi, dan operasional toko naik 9% menjadi 483 juta dolar AS pada periode tersebut.

Prospek dan Sumber Pasokan

Bath & Body Works sebagian besar tidak terdampak tarif perdagangan karena mayoritas produk dipasok secara lokal. Meski demikian, sekitar 10% pasokan masih berasal dari China, serta 7% dari Kanada dan Meksiko.

Perusahaan mempersempit proyeksi laba tahunan menjadi 3,35–3,60 dolar AS per saham, dibandingkan perkiraan sebelumnya 3,25–3,60 dolar AS. Pada kuartal yang berakhir 2 Agustus, laba disesuaikan tercatat 0,37 dolar AS per saham, sedikit di bawah estimasi analis sebesar 0,38 dolar AS. Sementara itu, penjualan bersih mencapai 1,55 miliar dolar AS, sesuai ekspektasi pasar.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *