Pendapatan Delivery Hero pada kuartal II 2025 melampaui perkiraan analis, meski perusahaan asal Jerman itu menurunkan panduan laba setahun penuh. Penyesuaian ini dipicu oleh penguatan euro terhadap mata uang yang dipatok dolar AS dan won Korea.
Kinerja Kuartal II
Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27% secara like-for-like menjadi 3,7 miliar euro. Angka ini lebih tinggi dari estimasi analis sebesar 3,5 miliar euro. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan naik 71% menjadi 411 juta euro pada paruh pertama tahun, juga melebihi perkiraan pasar.
Meski hasil keuangan positif, analis JP Morgan menilai penurunan panduan laba kemungkinan menekan harga saham. Hal ini terbukti ketika saham Delivery Hero sempat naik 4% pada sesi pagi, lalu berbalik turun 3% pada pukul 09.48 GMT.
Fokus Pasar Asia
CFO Delivery Hero, Marie-Anne Popp, menyebut adanya perbaikan signifikan di Korea Selatan berkat program langganan dan investasi jaringan pengiriman. Korea menjadi pasar penting sejak akuisisi Woowa pada 2021, sementara Asia menyumbang lebih dari sepertiga penjualan global.
Terkait rencana Prosus, pemegang saham utama, untuk melepas sebagian saham guna memenuhi regulasi akuisisi Just Eat Takeaway, Popp menegaskan fokus utama tetap pada operasional. “Jika suatu saat harus menerima pemegang saham baru, kami akan melakukannya,” ujarnya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.