Sejumlah produsen mobil besar, termasuk BMW, Jaguar Land Rover (JLR), Nissan, dan Toyota, meminta pemerintah Inggris melonggarkan aturan penjualan mobil listrik. Mereka menilai kebijakan tanpa perubahan dapat mengancam ribuan pekerjaan dan investasi ratusan juta poundsterling di sektor otomotif.
Aturan tersebut, dikenal sebagai zero emission vehicle (ZEV) mandate, mewajibkan pabrikan menjual persentase mobil listrik yang terus meningkat setiap tahun. Jika gagal memenuhi target, mereka terancam denda besar.
Kekhawatiran Produsen
BMW menyebut Inggris sudah menjadi tempat yang lebih sulit untuk produksi sejak Brexit. Perusahaan yang mempekerjakan 8.000 pekerja di Inggris itu menilai aturan ZEV lebih ketat dibanding Uni Eropa maupun California.
Toyota memperingatkan denda bisa mencapai ratusan juta poundsterling per perusahaan. Hal ini berpotensi mengganggu kelangsungan pabrik mereka di Derbyshire dan Wales. Produsen asal Jepang tersebut masih fokus pada mobil hibrida dan berhasil melobi agar penjualannya tetap diizinkan hingga 2035.
Nissan, yang memiliki pabrik di Sunderland, menegaskan tanpa kelonggaran biaya yang timbul bisa mencapai “tingkat kritis”. Menurut mereka, dana besar akan teralihkan dari riset dan pengembangan mobil listrik di Inggris.
Sementara JLR menyoroti aturan pembelian “kredit” dari pabrikan lain yang dinilai merugikan produsen lokal karena ikut menyubsidi kompetitor, terutama dari Tiongkok.
Respons Pemerintah dan Aktivis
Pemerintah sebelumnya sudah menambahkan fleksibilitas pada aturan tersebut setelah tekanan industri. Langkah ini dikritik sejumlah aktivis lingkungan karena berisiko meningkatkan emisi karbon.
Menurut Ben Nelmes dari New Automotive, hasil tahun lalu membuktikan industri bisa memenuhi target ZEV. Ia menegaskan aturan tersebut efektif mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Meski begitu, asosiasi industri otomotif SMMT menilai target lama terlalu berat. CEO SMMT Mike Hawes menyebut kebijakan itu bisa memicu “dekarbonisasi dengan risiko de-industrialisasi”.
Pihak produsen mobil juga menekankan pentingnya insentif bagi konsumen. BMW dan Nissan sepakat bahwa permintaan pasar, bukan sekadar aturan, akan menentukan kecepatan peralihan ke kendaraan listrik.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






