Produsen Makanan Bayi Diberi Waktu 18 Bulan untuk Perbaiki Kualitas Produk

makanan bayi
Sumber Foto : Canva

Produsen makanan bayi di Inggris diberi tenggat 18 bulan untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Langkah ini menyusul kekhawatiran bahwa banyak merek ternama dinilai rendah gizi dan tinggi gula.

Pemerintah mengeluarkan panduan sukarela yang menekankan penurunan kadar gula dan garam, sekaligus mewajibkan label yang lebih jelas. Hal ini untuk mencegah klaim pemasaran yang menyesatkan, seperti label “tanpa bahan berbahaya” pada produk dengan kadar gula tinggi. Panduan juga menyoroti produk camilan bayi, yang bertentangan dengan rekomendasi pemerintah bahwa anak usia 6–12 bulan tidak membutuhkan camilan selain susu.

Kritik dari Akademisi dan Laporan Penelitian

Penelitian Universitas Leeds menemukan produk dari merek besar seperti Heinz dan Ella’s Kitchen tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Studi itu juga menyoroti klaim pemasaran yang menyesatkan dan menyarankan penggunaan label sistem “lampu lalu lintas” seperti pada cokelat atau es krim.

Dr Diane Threapleton, penulis utama laporan, menyebut panduan baru masih terbatas. Menurutnya, fokus pada garam tidak relevan, sementara masalah utama justru rendahnya kandungan energi dan zat gizi pada puree serta pouch yang dijual untuk proses weaning. “Produk ini terlalu encer, rendah energi, dan bisa menggantikan asupan susu yang jauh lebih bergizi,” katanya.

Risiko Obesitas dan Tindak Lanjut Pemerintah

Kadar gula tinggi dalam pola makan anak menjadi faktor utama tingginya angka obesitas. Data resmi menunjukkan lebih dari 22% anak di awal sekolah dasar di Inggris mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Menteri Kesehatan Masyarakat, Ashley Dalton, menilai aturan ini akan membantu orang tua memilih produk yang lebih sehat. Prof Simon Kenny dari NHS menambahkan, label yang lebih jelas akan memudahkan keluarga mengambil keputusan terbaik bagi gizi anak.

Departemen Kesehatan menegaskan produsen diharapkan mematuhi pedoman dalam 18 bulan. Jika tidak, pemerintah akan mempertimbangkan langkah hukum yang lebih tegas.

Sementara itu, studi lain dari Universitas Leeds mencatat penerapan aturan pembatasan penjualan makanan tinggi lemak, gula, atau garam di supermarket sejak 2022 berhasil menekan pembelian hingga 2 juta produk per hari.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *