Coca-Cola Pertimbangkan Jual Costa Coffee, Gandeng Lazard

Coca-Cola Costa Coffee
Sumber Foto : Canva

Coca-Cola dikabarkan tengah mengevaluasi masa depan Costa Coffee dengan menggandeng bank investasi Lazard. Menurut laporan Reuters, opsi yang dipertimbangkan termasuk kemungkinan penjualan jaringan kopi asal Inggris tersebut.

Proses Evaluasi dan Calon Pembeli

Sejauh ini, Coca-Cola belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tersebut. Pihak Costa Coffee maupun Lazard juga belum merespons permintaan konfirmasi.

Sky News menyebut, pembicaraan awal telah dilakukan dengan sejumlah calon pembeli potensial, termasuk perusahaan ekuitas swasta. Tawaran indikatif diperkirakan masuk pada awal musim gugur, meski belum ada keputusan final terkait penjualan.

Strategi Coca-Cola di Pasar Kopi

Coca-Cola mengakuisisi Costa Coffee pada 2018 dengan nilai lebih dari US$ 5 miliar. Akuisisi ini bertujuan memperkuat posisi di pasar kopi global dan menyaingi pemain besar seperti Starbucks dan Nestlé. Saat ini, Costa Coffee hadir di 50 negara.

Dalam laporan kinerja bulan lalu, CEO Coca-Cola James Quincey mengakui hasil investasi Costa belum sesuai ekspektasi. Ia menyebut perusahaan sedang mengevaluasi strategi pertumbuhan di kategori kopi, sekaligus memastikan operasional Costa tetap berjalan baik.

Tren Industri Minuman

Jika divestasi benar dilakukan, langkah ini akan menambah daftar transaksi besar di sektor makanan dan minuman kemasan. Industri tersebut sedang beradaptasi dengan inflasi harga dan perubahan selera konsumen yang semakin mengarah pada produk sehat.

Di Amerika Serikat, Coca-Cola juga menyiapkan strategi baru. Mulai Juli 2025, perusahaan akan menggunakan gula tebu asli dalam produknya sebagai respons atas kampanye “Make America Healthy Again” yang dipimpin Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *