Saham WH Smith Anjlok Akibat Kesalahan Akuntansi di Amerika Utara

saham WH Smith
Sumber Foto : Canva

Saham WH Smith mengalami penurunan tajam hingga 42% pada Kamis setelah terungkap adanya kesalahan akuntansi yang membuat laba di Amerika Utara dilaporkan lebih tinggi dari seharusnya. Perusahaan kemudian merevisi proyeksi keuntungannya di wilayah tersebut dan menunjuk auditor eksternal untuk melakukan peninjauan.

Dampak pada Proyeksi Laba

WH Smith menjelaskan bahwa kekeliruan ini terjadi karena pencatatan pendapatan dari pemasok dilakukan terlalu dini. Akibatnya, perkiraan laba usaha di Amerika Utara untuk tahun buku hingga Agustus dipangkas dari £55 juta menjadi hanya sekitar £25 juta.

Dengan revisi ini, perusahaan juga menurunkan target laba sebelum pajak tahunannya menjadi £110 juta. Deloitte ditunjuk untuk mengkaji lebih dalam penyebab kesalahan akuntansi tersebut, dan hasil tinjauan akan diumumkan bersamaan dengan laporan tahunan.

Reaksi Investor dan Analis

Sejumlah analis menilai kasus ini sebagai pukulan serius bagi reputasi WH Smith. George Godber dari Polar Capital menjelaskan bahwa pendapatan pemasok biasanya terkait promosi atau kerja sama merek, dan dalam hal ini pencatatan tidak dilakukan dengan benar.

Dan Coatsworth, analis investasi AJ Bell, menyebut insiden ini sebagai “bencana besar” karena Amerika Utara merupakan pilar utama pertumbuhan perusahaan. Ia menambahkan, kabar ini membuat saham WH Smith kehilangan momentum yang diharapkan menjadi awal baru setelah menjual divisi High Street di Inggris.

Transformasi Bisnis WH Smith

Awal tahun ini, WH Smith telah melepas bisnis High Street-nya kepada Modella Capital, pemilik Hobbycraft. Nama WH Smith pun resmi hilang dari jalan-jalan utama Inggris dan diganti dengan merek TGJones. Kini, perusahaan hanya fokus pada sektor ritel perjalanan, dengan toko yang beroperasi di bandara, stasiun kereta, rumah sakit, hingga area layanan jalan tol di berbagai negara.

Namun, meski model bisnis ritel perjalanan dinilai memberi keuntungan tinggi karena menjangkau konsumen dalam kondisi “captive audience”, kabar buruk dari Amerika Serikat jelas mencoreng citra perusahaan.

Analis ritel Catherine Shuttleworth menambahkan, ekspansi ke Amerika Utara adalah alasan utama pelepasan bisnis High Street. Namun, perusahaan kini menghadapi persaingan sengit dari raksasa ritel seperti Walmart.

Krisis Kepercayaan

Susannah Streeter dari Hargreaves Lansdown menilai para pemegang saham “terguncang” oleh kabar ini. Menurutnya, kesalahan besar dalam laporan keuangan bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga memperburuk citra WH Smith di mata investor.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *