Konsumen Berpenghasilan Rendah Tertekan Kenaikan Harga Akibat Tarif Impor AS

Tarif impor AS
Sumber Foto : Canva

Keluarga berpenghasilan rendah di Amerika Serikat mulai mengurangi konsumsi makanan di luar rumah, perjalanan, serta kebutuhan pokok seperti popok, minuman bersoda, dan bir. Hal ini terkait dengan kenaikan harga yang dipicu oleh tarif impor AS, menurut pernyataan para eksekutif dari Procter & Gamble, Coca-Cola, dan Chipotle Mexican Grill.

Selama dua pekan terakhir, laporan laba dan komentar dari para pelaku industri menunjukkan bahwa konsumen kini lebih selektif dalam berbelanja dan mencari produk dengan harga terjangkau. Para ahli memperkirakan margin keuntungan perusahaan akan menurun karena harga jual yang tidak bisa terus dinaikkan untuk mengimbangi biaya. P&G menyebut tarif tersebut telah menyebabkan harga beberapa produknya naik.

Dampak Tarif Impor Terhadap Konsumen Berpenghasilan Rendah

Peneliti dari Budget Lab di Yale dan Foundation for Research on Equal Opportunity memperingatkan bahwa tarif impor cenderung membebani kelompok konsumen dengan penghasilan paling rendah. Adam Rymer, CFO Chipotle Mexican Grill, mengatakan tekanan ini sangat terasa pada konsumen berpendapatan rendah.

Definisi penghasilan rendah sendiri bervariasi, tergantung jumlah tanggungan dan lokasi tempat tinggal. Bank of America menyebut mereka yang berpenghasilan di bawah $50.000 per tahun sebagai kelompok berpenghasilan rendah yang umumnya hidup dari gaji ke gaji. Chipotle menggunakan batas $75.000 untuk konsumen sasaran, sementara Coca-Cola menetapkan di bawah $40.000 per tahun. P&G belum memberikan keterangan resmi terkait definisi tersebut.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *