Bisnis alat berat di Provinsi Riau berkontribusi sekitar 8–9 persen terhadap penjualan nasional PT United Equipment Indonesia (Uniquip). Porsi ini menempatkan cabang Pekanbaru sebagai salah satu penyumbang terbesar di luar wilayah Kalimantan dan menjadi pasar penting bagi perusahaan.
Manajer Marketing Uniquip, Hendry Gunawan, menjelaskan bahwa pada semester I/2025, pasar alat berat Riau cenderung stagnan. Meski demikian, sektor perkebunan tetap menjadi penopang utama. Permintaan dari sektor konstruksi belum pulih, namun harga komoditas sawit yang stabil membantu menjaga kinerja penjualan.
Ekspansi ke Sektor Pertanian dan Forestry
Selama 20 tahun beroperasi, Uniquip melayani berbagai sektor, termasuk konstruksi, perkebunan, pertambangan, serta minyak dan gas. Di Riau, perusahaan awalnya belum menyediakan peralatan untuk sektor kehutanan. Kini, Uniquip mulai masuk ke segmen pertanian dan forestry.
Hendry optimistis bisnis alat berat di Riau akan membaik pada semester II/2025 seiring dimulainya proyek-proyek baru. Ia menegaskan, stabilitas regulasi pemerintah menjadi faktor penting dalam mendukung perencanaan dan operasional perusahaan.
Saat ini, Uniquip memiliki 19 cabang di seluruh Indonesia. Pekanbaru menjadi salah satu penyumbang terbesar setelah Kalimantan, yang masih mendominasi pasar alat berat Riau dan nasional.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : bisnis.com
