Gaya hidup hemat dan sadar lingkungan mendorong makin banyak orang beralih ke belanja barang bekas. Tren thrifting bukan lagi sekadar solusi murah, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban dan berkelanjutan. Di berbagai kota, toko thrift tumbuh subur dengan pelanggan dari berbagai latar belakang usia. Namun, untuk kamu yang ingin memulai usaha thrift, satu pertanyaan penting muncul: barang seperti apa yang benar-benar laku keras?
Memahami tren dan perilaku konsumen adalah kunci sukses di dunia thrift. Tidak semua barang bekas punya nilai jual tinggi. Beberapa kategori tertentu justru cepat terjual dan bisa menghasilkan keuntungan signifikan—bahkan dalam waktu singkat.
Jenis Barang yang Cepat Laku di Toko Thrift
Beberapa jenis barang consistently menunjukkan permintaan tinggi dari pelanggan thrift, terutama di marketplace online atau toko offline dengan target anak muda dan pekerja urban.
Pakaian Branded dan Vintage
Baju bermerek seperti Uniqlo, Levi’s, atau Adidas tetap punya pasar, apalagi jika kondisinya masih sangat baik. Barang-barang bergaya vintage dari tahun 80-an atau 90-an juga jadi incaran karena estetikanya yang unik dan sulit ditemukan di toko biasa.
Tas dan Sepatu Second Berkualitas
Produk kulit, tas branded preloved, dan sneakers dari merek terkenal seperti Converse atau Dr. Martens memiliki nilai jual tinggi. Asalkan tidak rusak parah, permintaan terhadap barang-barang ini stabil.
Outerwear dan Jaket Musiman
Jaket denim, bomber, dan coat berbahan wool atau faux fur sangat dicari terutama saat musim hujan atau cuaca dingin. Di beberapa wilayah Indonesia yang lebih sejuk, barang ini bisa laris sepanjang tahun.
Aksesori Unik dan Antik
Ikat pinggang kulit, kacamata retro, syal, topi, atau bahkan perhiasan lama bisa menarik minat pembeli jika memiliki tampilan khas dan kondisi yang baik. Ini jadi pilihan populer bagi mereka yang ingin tampil beda.
Barang Home Decor Secondhand
Mulai dari vas, pigura, cermin vintage hingga lampu meja antik—banyak pemburu barang unik yang menjadikan thrift store sebagai tempat “berburu harta karun”. Segmentasi pasar ini memang tidak sebesar pakaian, tapi marginnya bisa tinggi.
Tantangan dan Tips Memilih Barang untuk Dijual
Memang benar, tidak semua barang thrift akan laku hanya karena “unik” atau “bermerek”. Di 2025, konsumen semakin selektif. Mereka mencari barang dengan kombinasi nilai guna, estetika, dan harga. Jadi, penting bagi penjual untuk tidak hanya fokus pada kuantitas stok, tapi juga pada kualitas dan kurasi.
Pastikan kamu melakukan seleksi ketat saat belanja barang untuk dijual ulang. Periksa kerusakan, noda, atau bagian yang aus. Semakin sedikit cacat, semakin besar kemungkinan barang tersebut cepat terjual.
Selain itu, ikuti tren melalui Google Trends atau media sosial. Misalnya, saat K-drama atau idol tertentu mengenakan outfit spesifik, jenis baju serupa bisa mendadak viral dan dicari. Waktu adalah segalanya—siapa cepat dia dapat!
Penutup
Menjual barang yang laku keras di toko thrift bukan soal keberuntungan, tapi soal riset, strategi, dan pemahaman pasar. Fokuslah pada kualitas, gaya yang relevan, dan kebutuhan aktual konsumen urban. Kalau kamu baru mulai, pilih kategori yang kamu kenal dulu agar proses kurasi jadi lebih mudah.
Sudah siap berburu stok pertama untuk toko thrift kamu?
Baca juga artikel berikut: Tips Beli Barang Thrift yang Aman dan Berkualitas






