Standard Chartered Dukung Pembiayaan Proyek Strategis dan Investasi Hijau Indonesia

pembiayaan proyek strategis
Sumber Foto : Canva

Standard Chartered Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pembiayaan proyek strategis nasional melalui penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas pembangunan dan agenda transisi hijau pemerintah. Strategi ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat posisi bank di pasar strategis Indonesia dan kawasan.

CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro, menyebut bahwa lebih dari 80% portofolio pembiayaan saat ini berasal dari segmen corporate & institutional banking (CIB), yang melayani perusahaan besar lokal, BUMN, institusi keuangan, dan anak usaha korporasi global. “Kami menargetkan sektor-sektor yang selaras dengan arah pembiayaan proyek strategis pemerintah Indonesia,” jelasnya, Minggu (27/7/2025).

Solusi ESG dan Konektivitas Investasi Asing

Untuk mendukung target tersebut, bank menghadirkan berbagai layanan keuangan seperti pembiayaan ESG, green loans, hedging, dan konsultasi lintas batas. Solusi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan korporasi terhadap layanan keuangan yang lebih kompleks dan terintegrasi.

Standard Chartered juga memanfaatkan jaringan global di 53 negara untuk memperkuat aliran investasi hijau Indonesia. Peran sebagai penghubung (super-connector) antara investor asing dan proyek lokal dinilai semakin krusial seiring meningkatnya minat FDI terhadap pembangunan berkelanjutan di Tanah Air. “Kami melihat peluang besar untuk mengarahkan investasi hijau Indonesia ke sektor energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan,” ujar Donny.

Perluasan Akses Pembiayaan untuk Usaha Mikro

Tak hanya menyasar segmen korporasi besar, Standard Chartered juga merambah sektor usaha mikro lewat kerja sama dengan platform fintech seperti Amartha. Pada tahap awal, bank menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2 triliun, dengan sasaran utama 400.000 pelaku usaha mikro perempuan. Hingga saat ini, lebih dari Rp700 miliar telah tersalurkan kepada 90.000 pelaku usaha mikro.

Selain itu, bank juga menjalin kolaborasi dengan PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK) melalui kredit senilai Rp385 miliar yang diproyeksikan menjangkau 128.000 perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah.

Dukungan Proyek Hijau dan Digitalisasi Ekonomi

Dalam menghadapi persaingan di pasar perbankan korporasi, pendekatan jangka panjang berbasis kemitraan sektor menjadi strategi utama. Standard Chartered mengoptimalkan kekuatan jaringan global dan diferensiasi layanan berbasis ESG.

Bank ini telah berpartisipasi dalam pembiayaan proyek strategis seperti Cirata Floating Solar PV dan proyek Saguling Floating Solar PV—keduanya bagian dari kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia. Proyek-proyek ini mencerminkan arah prioritas terhadap investasi hijau Indonesia.

Selain energi terbarukan, sektor lain yang menjadi fokus pembiayaan termasuk infrastruktur transportasi, kawasan industri, pertanian, ketahanan pangan, industri kesehatan, serta digitalisasi ekonomi melalui dukungan pada startup teknologi dan fintech.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *