Penulis lagu di Inggris kehilangan jutaan poundsterling setiap tahun. Hal ini terjadi karena royalti penulis lagu dari ribuan konser musik Inggris tidak berhasil disalurkan. Penyebab utamanya adalah kegagalan PRS for Music dalam mengidentifikasi lagu-lagu yang dimainkan di lebih dari 100.000 pertunjukan.
PRS for Music bertugas mengumpulkan royalti dari pemutaran musik. Termasuk dari radio, streaming, toko ritel, dan pertunjukan langsung. Untuk konser, PRS mengambil persentase kecil dari penjualan tiket. Setelah itu, royalti disalurkan ke penulis lagu, asalkan setlist berhasil dicocokkan.
Sayangnya, banyak pertunjukan tidak menyertakan data lagu yang dimainkan. PRS tetap memotong dana tiket, tetapi tidak dapat mendistribusikan royaltinya. Dana ini kemudian masuk dalam kategori “black box” atau dana tidak teridentifikasi. Masalah ini kini menjadi objek gugatan hukum.
Dana Tak Terdistribusi Terus Bertambah
Dokumen di situs PRS mencatat lebih dari 106.000 konser sejak 2022 yang dananya belum tersalurkan. Mayoritas berasal dari konser musik Inggris di panggung kecil. Beberapa artis yang termasuk dalam daftar antara lain Ronan Keating, 10cc, dan Alien Ant Farm.
PRS tidak menyebutkan nilai pasti dana tak teridentifikasi ini. Namun, dokumen internal menunjukkan bahwa pada tahun 2019 saja nilainya mencapai £2,7 juta. Jika dana ini tidak diklaim dalam tiga tahun, PRS akan menyalurkannya kembali ke pasar. Proses ini memakai rumus internal yang dianggap merugikan artis kecil.
Mark Davyd dari Music Venue Trust menyebut sistem ini tidak adil. Ia menyebutnya sebagai “Robin Hood terbalik”. Menurutnya, PRS mengambil dana dari musisi kecil, lalu mendistribusikannya ke tempat lain.
PRS Hadapi Gugatan dan Luncurkan Teknologi Baru
PRS mengklaim telah berupaya keras mencocokkan setlist dengan karya lagu. Mereka menggunakan alat yang bisa membaca foto setlist tulisan tangan. PRS juga menugaskan staf di berbagai acara untuk mengumpulkan data langsung.
Meski begitu, masih ada banyak konser yang belum terdata. Beberapa artis seperti You Me At Six dan Peaness tetap muncul dalam daftar yang belum terdistribusi.
Gugatan terhadap PRS kini diproses di pengadilan tinggi. Dave Rowntree, drummer Blur, menuduh PRS melanggar aturan persaingan. Ia menyebut distribusi dana “black box” lebih menguntungkan penerbit musik daripada penulis lagu.
PRS membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa klaim itu tidak akurat dan menyesatkan. Pengadilan saat ini tengah mempertimbangkan apakah gugatan tersebut dapat dilanjutkan sebagai class action.
Di sisi lain, PRS mengumumkan penyaluran royalti sebesar £1,02 miliar tahun lalu. Jumlah ini meningkat 8% dibandingkan 2023. PRS kini mewakili lebih dari 180.000 anggota dan 45 juta karya musik.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com






