Musim belanja online Prime Day tahun ini diperkirakan akan memecahkan rekor. Berdasarkan laporan terbaru dari Adobe Analytics, pengeluaran konsumen di platform e-commerce AS selama 96 jam acara Prime Day diproyeksikan mencapai $23,8 miliar. Kegiatan belanja ini berlangsung dari 8 hingga 11 Juli 2025, bertepatan dengan momen pencarian diskon perlengkapan sekolah oleh para orang tua dan pelajar.
Kenaikan transaksi online ini menunjukkan lonjakan sebesar 28,4% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang kala itu menghasilkan $14,2 miliar hanya dalam dua hari. Adobe menyebut lonjakan ini setara dengan “dua Black Friday” secara berturut-turut, menandakan perubahan pola belanja masyarakat.
Konsumen Makin Cerdas Manfaatkan Teknologi
Seiring dengan meningkatnya tekanan ekonomi global dan perubahan strategi dagang internasional, konsumen menjadi semakin selektif. Banyak yang kini menggunakan kecerdasan buatan generatif (generative AI) untuk menemukan penawaran terbaik, terutama menjelang musim kembali ke sekolah.
Tahun ini, Amazon memperpanjang durasi Prime Day menjadi 96 jam—dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Langkah ini tampaknya diambil untuk bersaing dengan program diskon besar dari ritel besar seperti Walmart dan Target, yang juga meluncurkan promosi serupa dalam periode yang sama.
Diskon Besar dan Strategi Belanja Cerdas
Menurut data Adobe Analytics, konsumen memanfaatkan belanja online Prime Day untuk “naik kelas” dalam pilihan produk. Produk seperti elektronik, perlengkapan olahraga, dan peralatan rumah tangga cenderung menjadi incaran, sementara produk rumah tangga dan kebutuhan pokok tetap dicari dalam versi lebih ekonomis.
Kategori pakaian diperkirakan akan mendapatkan potongan harga terbesar, yakni hingga 24%, naik dari 20% tahun lalu. Sedangkan diskon untuk produk elektronik sedikit menurun ke angka 22%. Produk terkait diskon perlengkapan sekolah, seperti tas ransel, kotak makan, hingga kebutuhan kuliah seperti headphone dan komputer, juga diprediksi meningkat tajam.
Tak hanya itu, metode pembayaran “Buy Now Pay Later” (BNPL) juga menunjukkan tren kenaikan. Adobe memperkirakan bahwa BNPL akan mencakup 8% dari total pengeluaran online, naik dari 7,6% pada tahun lalu.
Data ini dikumpulkan berdasarkan analisis terhadap satu triliun kunjungan ke situs e-commerce AS, mencakup 100 juta produk dalam 18 kategori berbeda.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com
