Perusahaan roti asal Inggris, Greggs, memberikan peringatan bahwa laba operasional tahunan mereka kemungkinan besar akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh suhu udara yang sangat tinggi di Inggris, yang mengurangi minat konsumen untuk membeli makanan siap saji dan berdampak negatif pada penjualan Greggs.
Pada bulan Juni, gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa menyebabkan sejumlah kegiatan luar ruangan terhenti, sekolah ditutup, serta peringatan kesehatan dikeluarkan. Di London, suhu tercatat lebih dari 33 derajat Celsius, sehingga menurunkan tingkat kunjungan konsumen ke gerai Greggs, meskipun permintaan minuman dingin mengalami peningkatan.
Akibat sentimen negatif ini, saham Greggs anjlok hingga 14,8% menjadi 1.682 pence pada perdagangan Rabu (3/7), mencatatkan penurunan sekitar 38% sepanjang tahun 2025.
Prospek Keuangan dan Tanggapan Analis
Greggs, yang memiliki jumlah toko lebih banyak dibandingkan McDonald’s di Inggris, menyampaikan bahwa laba operasional semester pertama diperkirakan turun dari periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini turut disebabkan oleh jadwal renovasi toko dan pengeluaran untuk efisiensi operasional.
Kendati demikian, beberapa analis tetap optimis terhadap fundamental bisnis Greggs. Dalam sebuah catatan, Jefferies menyatakan bahwa penurunan proyeksi ini tidak mencerminkan kondisi bisnis secara menyeluruh.
Menurut data dari LSEG, analis sebelumnya memperkirakan Greggs akan membukukan laba operasional tahunan sebesar 198,5 juta poundsterling untuk tahun 2025, sedikit lebih tinggi dari 195,3 juta poundsterling yang dicapai tahun lalu. Di sisi lain, Greggs mencatat penjualan total sebesar 1,03 miliar poundsterling dalam 26 minggu yang berakhir pada 28 Juni 2025, atau naik 6,9% secara tahunan.
Tekanan Harga dan Tantangan Industri Makanan
Laporan terbaru dari asosiasi industri ritel menunjukkan bahwa harga pangan di Inggris melonjak pada bulan Juni, mencatat kenaikan tertinggi sejak Maret 2024. Kenaikan ini turut mendorong inflasi harga barang secara keseluruhan dan berpotensi memperberat beban konsumen ke depannya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com






