Perusahaan minuman beralkohol asal Amerika Serikat, Constellation Brands, melaporkan hasil penjualan kuartal pertama yang lebih rendah dari ekspektasi. Ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran atas kenaikan tarif impor aluminium membuat konsumen cenderung mengurangi pembelian bir dan anggur.
Dalam laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 31 Mei, Constellation Brands mencatatkan penjualan sebesar 2,52 miliar dolar AS. Angka ini sedikit di bawah estimasi analis yang memprediksi penjualan akan mencapai 2,55 miliar dolar AS, menurut data LSEG.
Tekanan Tarif dan Menurunnya Konsumsi Bir
Industri minuman keras di AS menghadapi tantangan ganda: perubahan kebijakan perdagangan yang dilakukan pemerintahan Trump serta penurunan permintaan konsumen. Kenaikan tarif impor aluminium, yang juga berdampak pada kaleng bir, menambah beban biaya bagi produsen seperti Constellation Brands dan Molson Coors.
Selain itu, penurunan konsumsi bir juga memperparah situasi. Dampak kebijakan imigrasi yang diperketat turut memengaruhi minat beli dari segmen konsumen utama mereka, khususnya dari komunitas Hispanik.
Penurunan Volume dan Margin Usaha
Divisi bir yang merupakan penyumbang pendapatan terbesar bagi Constellation mengalami penurunan volume penjualan sebesar 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produk seperti Modelo Especial dan Corona Extra menjadi kontributor utama penurunan tersebut. Setahun sebelumnya, volume penjualan bir masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,4%.
Walau perusahaan telah melakukan penyesuaian harga dan pengendalian biaya, beban operasional tetap meningkat akibat kenaikan biaya bahan baku serta belanja pemasaran. Hal ini membuat margin operasi segmen bir turun 150 basis poin menjadi 39,1%.
Laba Bersih di Bawah Ekspektasi
Laba bersih per saham pada kuartal ini tercatat sebesar 3,22 dolar AS, lebih rendah dari estimasi analis yang memperkirakan sebesar 3,31 dolar AS. Meskipun demikian, perusahaan tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan penjualan dan laba tahunan secara organik.
Saham Constellation Brands tercatat sedikit melemah dalam perdagangan setelah jam pasar.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com






