Produsen legendaris asal Inggris, Lotus, berencana memindahkan produksi mobil sport mereka dari Norfolk ke Amerika Serikat. Langkah ini berpotensi menghapus sekitar 1.300 pekerjaan dan menambah tekanan terhadap industri otomotif Inggris, yang tengah menghadapi berbagai tantangan global. Keputusan ini sedang dikaji oleh pemilik Lotus, Geely, perusahaan otomotif asal Tiongkok.
Rencana tersebut termasuk memproduksi model sportcar Emira di Amerika, serta kemungkinan besar menutup secara permanen pabrik Lotus di Hethel, Norfolk. Meski belum ada pengumuman resmi, sumber internal menyebut keputusan final akan segera diambil.
Geely Alihkan Fokus Produksi Mobil Sport ke AS
Geely, yang telah mengakuisisi Lotus pada 2017, terus memperluas operasionalnya secara global. Sejak tahun lalu, mereka telah mengalihkan sebagian fokus ke pasar Tiongkok dan AS, termasuk dengan memproduksi SUV listrik Eletre di Wuhan. Di sisi lain, unit bisnis Lotus di Inggris tampak terpinggirkan setelah anak usaha Geely, Lotus Technology, tercatat di bursa New York.
Pabrik Hethel sendiri telah menghentikan kegiatan sejak Mei 2025. Pihak perusahaan menyatakan bahwa jeda ini dilakukan untuk mengatur stok dan menanggapi efek dari tarif tambahan 25% yang dikenakan Amerika Serikat terhadap mobil impor. Penurunan tarif menjadi 10% yang akan berlaku dalam waktu dekat belum cukup meyakinkan Geely untuk tetap mempertahankan produksi mobil sport di Inggris.
Dalam pernyataannya kepada investor, CEO Lotus Technology, Qingfeng Feng, mengungkapkan bahwa mereka sedang mendiskusikan kemungkinan memproduksi secara lokal di AS sebagai strategi menghindari tarif jangka panjang.
Pabrik Bersejarah Terancam Tutup, Masa Depan Industri Otomotif Inggris Suram?
Pabrik Lotus di Hethel dikenal sebagai bagian dari sejarah panjang industri otomotif Inggris, berdiri di bekas pangkalan pesawat Perang Dunia II. Penutupannya akan menjadi simbol berakhirnya satu era penting dalam dunia mobil sport Inggris. Lotus, yang didirikan oleh Colin Chapman pada 1948, telah lama menjadi ikon kendaraan sport ringan buatan Inggris.
Meski sebelumnya manajemen menegaskan bahwa “produksi di Inggris adalah bagian dari DNA Lotus”, realitas pasar dan strategi global tampaknya memaksa perubahan arah. Keputusan akhir akan sangat menentukan apakah Lotus tetap menjadi bagian dari masa depan industri otomotif Inggris, atau akan bertransformasi penuh menjadi merek global yang tidak lagi memproduksi di tanah kelahirannya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






