Indonesia terus memperkuat ekosistem resi gudang nasional untuk mendukung pertumbuhan sektor agribisnis dan logistik yang semakin strategis. Dalam momentum penting ini, PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI), yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa, mengambil peran sentral sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang pertama di Indonesia.
Langkah strategis ini diperkuat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT KBI yang diselenggarakan pada Rabu, 25 Juni 2025 di Menara Danareksa. Dalam forum tersebut, dipaparkan capaian signifikan yang menjadi bukti konkret keberhasilan digitalisasi resi gudang.
Inovasi Digital dan Kinerja Positif
Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, menyampaikan bahwa pendapatan dari penerbitan resi gudang meningkat hingga 176% secara nilai transaksi, dengan lonjakan volume komoditas lebih dari 10.000 ton. Selain itu, volume kontrak berjangka juga tumbuh 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut turut berkontribusi pada kenaikan pendapatan perusahaan sebesar 25,4% dan peningkatan laba bersih sebesar 22% secara tahunan. Pertumbuhan ini sebagian besar ditopang oleh ekspansi pada layanan kliring dan penguatan infrastruktur resi gudang nasional.
Transformasi Digital melalui IsWare dan Blockchain
PT KBI telah membangun fondasi operasional Sistem Resi Gudang sejak 2010 melalui platform digital bernama IsWare. Inovasi terus berlanjut dengan peluncuran IsWare Next Gen pada tahun 2020, sebuah sistem yang mengintegrasikan teknologi blockchain untuk menjamin transparansi dan keamanan data.
Upaya digitalisasi ini menjadi pilar penting dalam mendukung agenda nasional seperti efisiensi logistik dan ketahanan pangan. Hingga kini, sistem tersebut telah didukung oleh lebih dari 365 gudang serta lebih dari 100 pengelola yang telah mendapat persetujuan resmi dari BAPPEBTI.
Target 2025: Perluas Komoditas dan Adopsi Digital
Sepanjang tahun 2024, IsWare mencatat nilai transaksi mencapai Rp1,7 triliun dari komoditas unggulan seperti timah, beras, dan kopi. Untuk tahun 2025, PT KBI menargetkan peningkatan volume transaksi dari komoditas strategis seperti gabah kering giling, beras, dan gula kristal putih. Selain itu, perusahaan juga akan mendorong adopsi sistem digital secara lebih luas oleh para pengelola gudang di berbagai daerah.
Dengan semangat inovasi dan transformasi digital, PT KBI siap memperkuat ekosistem digitalisasi agribisnis demi menciptakan sistem logistik nasional yang efisien, transparan, dan terpercaya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
