Konflik antara Iran dan Israel di Timur Tengah memicu kekhawatiran global. Himpunan Kawasan Industri (HKI) menilai dampak ekonominya dapat mengganggu industri manufaktur nasional. Sektor ini sangat bergantung pada pasokan global dan ketersediaan energi.
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyebut konflik berkepanjangan bisa berdampak besar. “Mulai dari rantai pasok terganggu, harga energi naik, hingga investor asing menahan investasi,” jelasnya, Jumat (27/6/2025).
Ketidakpastian ini juga bisa memperlambat keputusan ekspansi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Industri manufaktur akan sangat terdampak, terutama karena biaya logistik dan bahan baku bisa melonjak.
Energi Murah dan Stabil Jadi Prioritas
Ma’ruf menegaskan pentingnya ketahanan energi nasional. Industri sangat bergantung pada gas. Harga gas yang stabil dan kompetitif menjadi kunci untuk menjaga daya saing kawasan industri.
Ia menilai, melonjaknya harga energi akibat konflik harus diantisipasi pemerintah. “Situasi seperti ini harus dihadapi dengan langkah nyata,” ujarnya.
HKI mendorong pemerintah menjamin pasokan gas yang stabil. Selain itu, harga yang bersaing juga penting agar industri tetap efisien. Pembangunan jaringan pipa gas dan terminal LNG, terutama di wilayah seperti Batam, perlu dipercepat. Energi berbasis gas yang ramah lingkungan harus menjadi sumber listrik utama di kawasan industri.
Inisiatif Investasi Baru dari HKI
Sebagai respons terhadap tekanan global, HKI menyiapkan Program Paket Investasi. Tujuannya untuk menarik investasi asing langsung (FDI) ke kawasan industri di Indonesia.
Program ini akan diluncurkan saat Pelantikan Pengurus HKI Periode 2025–2029. Isinya mencakup rekomendasi kebijakan, insentif kolaboratif, dan solusi penyediaan lahan serta infrastruktur.
HKI juga mengajak pemerintah pusat dan daerah untuk lebih aktif mendukung kawasan industri. Fokusnya pada infrastruktur dasar dan kebijakan harga gas HGBT yang bersaing.
Ma’ruf juga menilai kerja sama dengan Singapura dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus ditindaklanjuti secara konkret. Ia mencontohkan keberhasilan sinergi kawasan Johor Bahru–Singapura sebagai model kolaborasi lintas negara.
Untuk mendukung pelaksanaan program, HKI akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi/BKPM, serta kementerian lainnya yang terkait.
Pemerintah Siapkan Opsi Impor Gas
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan impor gas. Langkah ini bertujuan menjamin ketersediaan energi industri. Pemerintah ingin menjaga kelancaran produksi di kawasan industri yang bergantung pada pasokan energi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
