Tesla Batalkan Rencana Akhiri Kontrak Grafit dengan Syrah Resources, Saham Melonjak 41%

Tesla memutuskan untuk tidak melanjutkan proses penghentian kontrak pasokan grafit dengan Syrah Resources setelah perusahaan tambang asal Australia tersebut berhasil menunjukkan peningkatan kualitas produknya. Kabar ini langsung mendorong saham Syrah Resources melonjak hingga 41,4% pada perdagangan Senin dan mencapai level tertinggi sejak Maret lalu.

Dalam keterbukaan informasi kepada bursa Australia, Syrah menyatakan bahwa Tesla kini menerima bahwa perusahaan telah mampu memproduksi sampel active anode material (AAM) yang sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Produsen kendaraan listrik tersebut juga menilai Syrah telah menunjukkan kemajuan yang cukup dalam proses produksi.

Kerja sama antara kedua perusahaan berawal dari perjanjian yang ditandatangani pada 2021. Berdasarkan kontrak tersebut, Syrah Resources berencana memasok sekitar 8.000 ton material anoda grafit kepada Tesla selama empat tahun dari fasilitas pengolahannya di Vidalia, Louisiana, Amerika Serikat.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Tesla mengirimkan pemberitahuan wanprestasi atau default kepada Syrah dengan alasan adanya masalah kesesuaian kualitas pada sampel AAM yang dikirim dari fasilitas Vidalia. Pabrik tersebut dikenal sebagai satu-satunya produsen material anoda berskala besar yang terintegrasi secara vertikal di luar China.

Tesla Masih Simpan Hak Penghentian Kontrak

Meski menarik kembali niat untuk mengakhiri perjanjian, Tesla tetap mempertahankan hak untuk membatalkan kontrak apabila produk AAM dari fasilitas Vidalia gagal memenuhi tahap kualifikasi akhir. Dengan kata lain, kelanjutan kerja sama masih bergantung pada hasil evaluasi berikutnya.

Pada Maret lalu, kedua perusahaan juga sepakat memperpanjang batas waktu penyelesaian sengketa terkait dugaan pelanggaran kontrak tersebut hingga 1 Juni. Perpanjangan itu menjadi yang keempat sejak masalah kualitas produk pertama kali muncul.

Saham Syrah Melonjak, Namun Risiko Masih Ada

Respons pasar terhadap perkembangan ini sangat positif. Saham Syrah Resources mencatat kenaikan tajam lebih dari 40%, berbanding terbalik dengan indeks acuan ASX200 yang justru melemah sekitar 0,4% pada perdagangan pagi.

Meski demikian, analis dari Shaw and Partners, Craig Sidney, menilai masih terdapat risiko yang perlu diperhatikan investor. Menurutnya, Syrah masih harus menyelesaikan proses kualifikasi akhir untuk memastikan pasokan grafit benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan Tesla.

Sidney juga memperkirakan volatilitas saham Syrah akan tetap tinggi dalam jangka pendek. Selain aksi ambil untung dari sebagian investor, tekanan jual menjelang akhir tahun fiskal juga berpotensi memengaruhi pergerakan saham perusahaan tersebut.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *