Kontrak Jumbo US$6,45 Miliar Dongkrak IPO SpaceX Jelang Melantai di Bursa

Rencana penawaran umum perdana saham atau IPO SpaceX kembali menjadi sorotan setelah perusahaan milik SpaceX mengamankan kontrak senilai US$6,45 miliar atau sekitar Rp114,9 triliun dari U.S. Space Force. Kesepakatan ini memperkuat sentimen pasar terhadap IPO SpaceX yang diperkirakan melantai di bursa bulan depan, sekaligus mengangkat ekspektasi investor terhadap stabilitas pendapatan perusahaan.

Kontrak tersebut dialokasikan untuk pengembangan sistem satelit pertahanan udara dan rudal dalam program “Golden Dome”, inisiatif yang dikaitkan dengan proyek keamanan nasional Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Dana jumbo ini menjadi bagian dari strategi penguatan sistem pertahanan berbasis ruang angkasa yang tengah dipercepat.

Selain kontrak utama, SpaceX juga meraih pendanaan tambahan senilai US$2,29 miliar untuk pembangunan jaringan komunikasi berbasis orbit rendah bumi atau low Earth orbit (LEO). Proyek ini semakin mempertegas posisi perusahaan dalam infrastruktur komunikasi satelit global, sekaligus memperluas portofolio bisnis yang menopang IPO SpaceX.

Ketergantungan Kontrak Pemerintah Jadi Sorotan

Dalam dokumen prospektus IPO, SpaceX mengungkapkan bahwa sekitar 20% pendapatannya pada 2025 berasal dari lembaga pemerintah. Ketergantungan ini menunjukkan bahwa stabilitas bisnis perusahaan masih sangat dipengaruhi oleh kebijakan sektor publik, termasuk perubahan anggaran dan prioritas strategis.

Meski demikian, dominasi SpaceX di industri peluncuran roket dalam satu dekade terakhir membuat perusahaan tetap menjadi mitra utama pemerintah AS untuk proyek-proyek strategis. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat prospek IPO SpaceX di mata investor institusional.

Risiko dan Faktor Politik

Hubungan dekat antara CEO Elon Musk dengan lingkaran politik juga turut menjadi perhatian. Musk disebut telah menggelontorkan sekitar US$300 juta untuk mendukung kampanye Donald Trump, yang kemudian menjaga hubungan erat dengan pemerintah saat ini.

Namun, SpaceX menegaskan dalam prospektus bahwa bisnis dengan entitas pemerintah tetap memiliki risiko tinggi. Perubahan kebijakan, regulasi, hingga arah pendanaan dapat berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Faktor ini menjadi catatan penting di tengah euforia IPO SpaceX.

Dilaporkan oleh TechCrunch, aksi korporasi ini berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal global, dengan kontrak jangka panjang pemerintah AS sebagai penopang utama valuasi perusahaan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *