Intel Buyback Saham $14,2 Miliar: Ambil Alih Penuh Pabrik Chip di Irlandia

Intel resmi menggelontorkan dana sebesar US$14,2 miliar untuk membeli kembali 49% saham yang sebelumnya dilepas ke Apollo Global Management dalam proyek pabrik chip di Irlandia. Langkah Intel buyback saham ini menandai pengambilalihan penuh fasilitas manufaktur di Leixlip, di tengah membaiknya kondisi keuangan perusahaan dan lonjakan permintaan chip berbasis kecerdasan buatan (AI).

Transaksi ini akan dibiayai melalui kas internal serta tambahan utang baru sekitar US$6,5 miliar. Intel memperkirakan aksi korporasi ini mulai memberikan dampak positif terhadap laba dan profil kredit perusahaan pada 2027.

Sebelumnya, pada 2024, Apollo menginvestasikan US$11,2 miliar untuk mengakuisisi sebagian saham pabrik tersebut. Kesepakatan itu menjadi sumber pendanaan penting bagi Intel yang saat itu tengah tertekan secara finansial dan membutuhkan modal untuk ekspansi manufaktur di Eropa dan Amerika Serikat.

Strategi Baru Dorong Kinerja Intel

Sejak pergantian kepemimpinan ke CEO Lip-Bu Tan, Intel menjalankan restrukturisasi agresif untuk memperbaiki kinerja keuangan. Langkah tersebut mencakup efisiensi biaya, pemangkasan tenaga kerja, serta pelepasan sejumlah aset non-strategis.

Di sisi lain, dukungan investasi dari Nvidia dan pemerintah Amerika Serikat turut memperkuat posisi Intel. Bahkan, pemerintah AS kini menjadi salah satu pemegang saham utama perusahaan.

Momentum kebangkitan Intel juga didorong oleh meningkatnya kebutuhan prosesor untuk data center, khususnya dalam proses inferensi AI—yakni tahap ketika sistem seperti ChatGPT memproses dan merespons permintaan pengguna.

Peran Pabrik Irlandia dalam Ekspansi AI

Fasilitas manufaktur di Irlandia, yang dikenal sebagai Fab 34, menjadi salah satu aset kunci dalam strategi Intel. Pabrik ini memproduksi chip dengan teknologi Intel 4 dan Intel 3, termasuk prosesor Core Ultra untuk PC dan Xeon untuk server.

Fab 34 juga menjadi lokasi produksi massal pertama Intel yang menggunakan teknologi litografi ekstrem ultraviolet (EUV), yang memungkinkan pembuatan chip dengan efisiensi dan performa lebih tinggi.

Ke depan, Intel berfokus mengembangkan teknologi manufaktur 18A yang lebih canggih. Teknologi ini berpotensi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi juga ditawarkan kepada pelanggan eksternal, membuka peluang bisnis baru di tengah persaingan industri semikonduktor global.

Langkah Intel pabrik Irlandia ini mempertegas strategi perusahaan dalam merebut kembali posisi di pasar chip global, khususnya di era percepatan adopsi AI.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *