Amazon melalui unit internet satelit LEO menjalin kerja sama dengan Delta Air Lines untuk menyediakan Wi-Fi pesawat berbasis satelit di 500 armada mulai 2028. Langkah ini memperkuat ambisi Amazon dalam bisnis internet satelit LEO sekaligus menantang dominasi Starlink di pasar konektivitas penerbangan.
Layanan tersebut akan dipasang pada pesawat baru Delta dan mulai beroperasi untuk rute domestik di Amerika Serikat. Meski nilai kontrak tidak diungkap, kerja sama ini menjadi kemitraan besar kedua Amazon di sektor aviasi, setelah sebelumnya menggandeng JetBlue untuk layanan serupa mulai 2027.
Amazon terus mempercepat pengembangan jaringan satelitnya. Sejak April 2025, perusahaan telah meluncurkan lebih dari 200 satelit dan menargetkan peningkatan peluncuran dalam setahun ke depan. Layanan komersial disebut akan segera dimulai secara bertahap, dimulai dari wilayah terbatas sebelum diperluas.
Persaingan Internet Satelit di Udara Makin Ketat
Masuknya Amazon dalam pasar Wi-Fi pesawat menambah ketat persaingan dengan Starlink milik SpaceX. Saat ini, Starlink masih unggul jauh dengan lebih dari 10.000 satelit aktif dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah maskapai besar seperti United Airlines, Alaska Airlines, dan Hawaiian Airlines.
Bahkan, Southwest Airlines baru-baru ini juga memilih Starlink untuk layanan konektivitas di pesawatnya. Tren ini menunjukkan maskapai semakin beralih ke teknologi satelit orbit rendah (LEO) karena menawarkan koneksi lebih cepat dan stabil dibanding sistem sebelumnya.
Sementara itu, Delta sebelumnya mengandalkan penyedia seperti Viasat dan Hughes untuk layanan Wi-Fi. Dengan basis pengguna mencapai ratusan juta melalui program SkyMiles, peningkatan kualitas koneksi menjadi langkah strategis untuk menjaga pengalaman pelanggan.
Keputusan Delta memilih Amazon juga tidak lepas dari hubungan bisnis yang sudah terjalin melalui Amazon Web Services (AWS), yang menjadi tulang punggung infrastruktur cloud maskapai tersebut.
Investasi Besar dan Tantangan Regulasi
Amazon menggelontorkan investasi lebih dari 10 miliar dolar AS untuk mengembangkan jaringan internet satelit LEO secara global. Perusahaan juga telah mengamankan sekitar 100 kontrak peluncuran dengan berbagai penyedia roket, termasuk Blue Origin dan United Launch Alliance, serta menggunakan Falcon 9 milik SpaceX.
Namun, ekspansi ini tidak lepas dari tantangan. Amazon tengah meminta perpanjangan waktu kepada regulator AS untuk memenuhi target peluncuran ribuan satelitnya. Permintaan ini menuai kritik, terutama dari SpaceX, yang menilai laju pengembangan Amazon masih tertinggal.
Di tengah tekanan tersebut, kerja sama dengan Delta menjadi langkah penting Amazon untuk mempercepat adopsi layanan dan memperkuat posisinya di industri internet satelit yang kian kompetitif.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com